China Peringatkan Jepang: Kubur Ambisi Nuklir atau Hadapi Konsekuensi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Simbol inovasi dan warisan. Gala Musim Semi 2026 (Chunwan) memukau miliaran penonton global dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan, robot humanoid, dan kemegahan budaya tradisional Tiongkok. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Simbol inovasi dan warisan. Gala Musim Semi 2026 (Chunwan) memukau miliaran penonton global dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan, robot humanoid, dan kemegahan budaya tradisional Tiongkok. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Suhu politik di Asia Timur mendadak mendidih. Kementerian Luar Negeri China melontarkan peringatan keras kepada Tokyo pada Jumat (19/12/2025).

Juru bicara Guo Jiakun mendesak Jepang untuk segera berhenti menguji kesabaran dunia. Pemicunya, seorang pejabat senior Jepang baru-baru ini melontarkan gagasan kontroversial bahwa Jepang “seharusnya memiliki senjata nuklir”.

Pernyataan tersebut langsung memicu alarm bahaya di Beijing. China menilai suara-suara sumbang ini bukan sekadar opini pribadi. Sebaliknya, hal ini mencerminkan ambisi yang kian tumbuh dari kekuatan konservatif sayap kanan di Jepang.

Kebangkitan Hantu Militerisme

Guo tidak menahan diri dalam kritiknya. Ia menuding Jepang sedang berupaya menghidupkan kembali militerisme. Menurutnya, Tokyo ingin membebaskan diri dari tatanan internasional pasca-perang dan mempercepat “remiliterisasi” negara tersebut.

“Jepang harus merenungkan secara mendalam kejahatan sejarahnya,” tegas Guo dalam konferensi pers rutin.

Ia mengingatkan bahwa tahun ini menandai peringatan ke-80 kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China Terhadap Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia. Oleh karena itu, momen ini seharusnya menjadi waktu untuk refleksi, bukan provokasi.

Baca Juga :  Pantura Terancam Banjir Rob, Pemudik Natal dan Tahun Baru Waspada Jalur Demak

Guo menuntut Jepang untuk mematuhi hukum internasional dan konstitusinya sendiri yang pasifis. “Berhentilah mencari alasan untuk ekspansi militer dan tantang garis batas internasional dengan ambisi nuklir,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Implikasi: Menuju Kotak Pandora Nuklir?

Wacana Jepang memiliki senjata nuklir bukan masalah sepele. Jika Tokyo benar-benar melangkah ke arah sana, implikasinya akan sangat dahsyat bagi stabilitas regional dan global:

  1. Runtuhnya Rezim NPT: Jepang selama ini dikenal sebagai “korban” bom atom yang memegang teguh prinsip non-nuklir. Jika Jepang berubah haluan, kredibilitas Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) akan hancur. Negara lain akan merasa sah untuk mengembangkan senjata serupa.
  2. Perlombaan Senjata Asia: Langkah Jepang pasti akan memicu efek domino. Korea Selatan, yang juga merasa terancam oleh Korea Utara, kemungkinan besar akan mengikuti jejak Tokyo. Akibatnya, Asia Timur akan berubah menjadi gudang senjata nuklir paling padat dan berbahaya di dunia.
  3. Respons Agresif China dan Rusia: Beijing dan Moskow tidak akan tinggal diam. Mereka akan meningkatkan arsenal nuklir mereka secara drastis sebagai respons. Lantas, ketegangan militer di Laut China Timur dan Selat Taiwan akan mencapai titik kritis yang mudah meledak.
  4. Dilema Amerika Serikat: AS berada dalam posisi sulit. Sebagai sekutu utama yang memberikan “payung nuklir” bagi Jepang, Washington harus memilih. Apakah mereka akan mengizinkan sekutunya menjadi kekuatan nuklir mandiri, atau menekan Tokyo demi mencegah proliferasi yang tidak terkendali?
Baca Juga :  Muhadjir Effendy: Perbedaan 1 Syawal 1447 H Itu Wajar, Umat Tetap Bersatu

Pada akhirnya, wacana nuklir Jepang adalah perjudian tingkat tinggi. Bagi China, ini adalah “garis merah” yang tidak boleh dilanggar. Bagi dunia, ini adalah potensi mimpi buruk baru di era ketidakpastian global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Pertimbangkan Nasionalisasi Pabrik Senjata di Tengah Kontroversi Terminologi
Kedaulatan Digital: Menjerat Raksasa Teknologi dalam Rezim Pajak Global 2026
Kutukan Sumber Daya Baru: Menakar Nasib Negara Pemilik Nikel dan Litium dalam Pusaran Transisi Energi
Polisi Ditabrak Bus Pariwisata di Madiun, Kaki Patah – Sopir Nekat Terobos Larangan
Ribuan ASN DKI Serbu Balai Kota Usai Lebaran 2026, Gubernur Tegas Soal Sanksi
Perang Semikonduktor: Perebutan Rantai Pasok Global di Tengah Rivalitas AS-Tiongkok
Proteksionisme Baru: Mengapa Negara Maju Mulai Meninggalkan Narasi Perdagangan Bebas?
Perangkap Utang atau Investasi? Membedah Merkantilisme di Balik Diplomasi Infrastruktur Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Nasionalisasi Pabrik Senjata di Tengah Kontroversi Terminologi

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:03 WIB

Kedaulatan Digital: Menjerat Raksasa Teknologi dalam Rezim Pajak Global 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:58 WIB

Kutukan Sumber Daya Baru: Menakar Nasib Negara Pemilik Nikel dan Litium dalam Pusaran Transisi Energi

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:26 WIB

Polisi Ditabrak Bus Pariwisata di Madiun, Kaki Patah – Sopir Nekat Terobos Larangan

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:12 WIB

Ribuan ASN DKI Serbu Balai Kota Usai Lebaran 2026, Gubernur Tegas Soal Sanksi

Berita Terbaru