Trump Gunakan Pesawat Rahasia Ketiga Saat Tinggalkan Turki

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump ternyata meninggalkan Turki bulan lalu menggunakan pesawat militer rahasia, bukan Air Force One. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

Presiden Donald Trump ternyata meninggalkan Turki bulan lalu menggunakan pesawat militer rahasia, bukan Air Force One. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Donald Trump berangkat menggunakan pesawat militer rahasia saat meninggalkan Turki bulan lalu. Gedung Putih saat itu menyatakan Trump terbang dengan Air Force One, menurut laporan Washington Post pada Senin.

Kunjungan ke Ankara dan Pesawat Baru Hadiah Qatar

Trump membawa pesawat hadiah Qatar yang baru direnovasi ke Ankara untuk menghadiri KTT NATO. Namun, ia justru menggunakan Air Force One lama secara tak terduga saat meninggalkan negara tersebut, langkah yang memicu pertanyaan soal keamanan pesawat barunya.

Perjalanan ke NATO ini menjadi penerbangan internasional pertama pesawat baru tersebut. Proses peningkatannya yang cepat sempat memicu pertanyaan soal biaya dan keamanan. Kunjungan ini berlangsung saat ketegangan dengan Iran, negara yang berbatasan langsung dengan Turki, terus meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi Penyamaran di Ankara

Sebelum meninggalkan Ankara, Trump menulis di Truth Social bahwa ia akan menggunakan Air Force One lama berwarna biru muda “demi nostalgia” menuju RAF Mildenhall, Inggris. Ia menjelaskan pesawat baru akan singgah di pangkalan yang sama agar prajurit AS yang bertugas di sana dapat melihat langsung pesawat tersebut.

Baca Juga :  Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO

Trump naik ke Air Force One lama di depan kamera di Ankara. Namun, sebuah truk katering bandara kemudian diam-diam mengantar Trump menuju pesawat lebih kecil, sebuah C-32A milik Angkatan Udara. Washington Post melaporkan hal ini mengutip pejabat AS yang mengetahui operasi tersebut serta materi pendukung yang mereka tinjau.

Ancaman kredibel terhadap Trump memicu operasi penyamaran ini, menurut laporan Post. Operasi serupa pernah terjadi pada 2000, saat Presiden Bill Clinton menggunakan jet eksekutif tanpa tanda pengenal untuk terbang ke Pakistan. Ia mengirim Air Force One resminya sebagai umpan pada saat itu.

Jurnalis Diminta Tutup Tirai Jendela

Para jurnalis yang mengira ikut menumpang Trump di Air Force One lama melaporkan mereka diminta menutup tirai jendela kabin pers. Pesawat lama ini sebenarnya berfungsi sebagai umpan. Washington Post menyebut selain wartawan, sejumlah staf Gedung Putih juga meyakini presiden berada di pesawat tersebut.

Saat wartawan bertanya mengapa mereka harus menutup tirai selama penerbangan, Trump menjawab mereka “mungkin berada dalam penerbangan berbahaya”. Ia menambahkan, “Tapi kalau saya pergi, kalian juga pergi. Kan?”

Rute Penerbangan Menuju Inggris

Pesawat C-32A yang membawa Trump terbang menuju Inggris dan tiba sekitar pukul 22.20 malam. Air Force One lama beserta rombongan media tiba beberapa menit setelahnya, menurut laporan Post.

Post menyebut belum jelas bagaimana Trump berpindah dari C-32A kembali ke Air Force One lama. Video Reuters pada 8 Juli menangkap Trump menaiki tangga Air Force One lama di Ankara. Kolam pers yang menyertainya melaporkan ia turun pesawat pukul 22.56 waktu setempat.

Baca Juga :  Tragedi di Abyei: Drone Hantam Markas PBB, 6 Penjaga Perdamaian Bangladesh Tewas

Trump memberi tanda perdamaian kepada wartawan namun tidak menghampiri mereka untuk berbicara. Ia kemudian menyapa prajurit yang hadir sebelum berjalan menuju pesawat baru hadiah Qatar, menurut laporan kolam pers hari itu.

Respons Gedung Putih dan Pentagon

Saat wartawan meminta tanggapan soal terungkapnya penerbangan rahasia dengan pesawat ketiga ini, Gedung Putih memberikan pernyataan dari Direktur Komunikasi Steve Cheung. Cheung menyebut pesawat hadiah Qatar telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk menjamin keselamatan presiden dan stafnya.

“Seperti yang Presiden sampaikan baru-baru ini, banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap alat yang tersedia untuk mengatasi ancaman tersebut,” kata Cheung. Ia juga menyampaikan pernyataan yang sama kepada Washington Post.

Pentagon belum merespons permintaan komentar hingga berita ini diterbitkan.

Latar Belakang Pesawat Hadiah Qatar

Pesawat baru dengan livery merah, putih, biru tua, dan emas pilihan Trump merupakan Boeing 747 yang Qatar hadiahkan kepada Amerika Serikat tahun lalu. Kontraktor pertahanan L3Harris Technologies merenovasi pesawat tersebut.

Pesawat ini dirancang sebagai solusi sementara selama Boeing masih berjuang mengirimkan pesawat Air Force One generasi baru yang tertunda lama.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Australia Pertama Kali Tanyakan Orientasi Seksual
Mahkamah Agung Rusia Coret Yabloko dari Pemilu Parlemen
Todd Blanche Resmi Dilantik Jadi Jaksa Agung AS
Parlemen Turki Sahkan Amnesti Bersyarat bagi Militan Kurdi
Rencana Gaza Trump Tetap Berlaku, Diskusi dengan Israel
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 13 Orang di Nizhnekamsk
Trump Tuntut Kompensasi dari Iran, Perumit Upaya Pembukaan
Gempa 7,4 SR Guncang Kolombia Barat, 111 Orang Tewas

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trump Gunakan Pesawat Rahasia Ketiga Saat Tinggalkan Turki

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Australia Pertama Kali Tanyakan Orientasi Seksual

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Todd Blanche Resmi Dilantik Jadi Jaksa Agung AS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Parlemen Turki Sahkan Amnesti Bersyarat bagi Militan Kurdi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Rencana Gaza Trump Tetap Berlaku, Diskusi dengan Israel

Berita Terbaru

Presiden Donald Trump ternyata meninggalkan Turki bulan lalu menggunakan pesawat militer rahasia, bukan Air Force One. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Trump Gunakan Pesawat Rahasia Ketiga Saat Tinggalkan Turki

Rabu, 12 Agu 2026 - 15:54 WIB

Sensus Australia untuk pertama kalinya memuat pertanyaan tentang orientasi seksual dan identitas gender Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Pertama Kali Tanyakan Orientasi Seksual

Rabu, 12 Agu 2026 - 14:44 WIB