POSNEWS.CO.ID, CANBERRA — Warga Australia untuk pertama kalinya dapat mengungkapkan orientasi seksual dan identitas gender mereka. Kedua pertanyaan ini muncul dalam sensus nasional yang digelar setiap lima tahun.
Sensus Pertama di Bawah Pemerintahan Buruh
Sensus ini berisi 66 pertanyaan dan berlangsung Selasa, 11 Agustus. Sensus ini menjadi yang pertama di bawah pemerintahan Partai Buruh berhaluan tengah-kiri sejak 2011.
Pemerintah Buruh saat ini berbalik sikap dan mengizinkan pertanyaan tersebut. Mereka sempat mencabutnya dua tahun lalu dengan alasan “memecah belah”. Kedua pertanyaan ini terbuka bagi anggota rumah tangga berusia 16 tahun ke atas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pilihan jawaban untuk orientasi seksual mencakup heteroseksual, gay atau lesbian, dan biseksual. Responden juga dapat memilih “tidak tahu”, “tidak ingin menjawab”, atau menuliskan istilah pilihan sendiri di kolom kosong.
Pilihan gender mencakup pria, wanita, nonbiner, tidak ingin menjawab, atau istilah lain pilihan responden. Ini berlaku bagi responden yang gendernya kini berbeda dari yang tercatat sejak lahir. Kedua pertanyaan bersifat opsional, sama seperti pertanyaan agama yang telah ada sejak sensus pertama pada 1911.
Janji Kampanye yang Sempat Batal
Partai Buruh menjanjikan pertanyaan soal seksualitas dan gender ini sejak kampanye menjelang pemilu 2022. Pemilu itu mengantarkan partai tersebut kembali berkuasa setelah sembilan tahun menjadi oposisi.
Pemerintah Australia menentukan topik setiap sensus. Biro Statistik Australia (ABS) kemudian menyusun kata-kata pertanyaannya.
Pada 2024, pemerintah memutuskan tidak mengubah pertanyaan dari sensus 2021. Mereka beralasan langkah ini menjaga kohesi sosial. Wakil Perdana Menteri Richard Marles menyatakan pada Agustus 2024 bahwa pemerintah tidak ingin membuka perdebatan yang memecah belah masyarakat saat itu.
Pemerintah kemudian melunak setelah hampir sepekan menghadapi kecaman. Kelompok advokasi LGBTQ+ mengkritik keras keputusan tersebut, begitu pula sejumlah anggota parlemen Partai Buruh sendiri.
Dua hari setelah pernyataan Marles, Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi lewat wawancara radio bahwa pertanyaan orientasi seksual akan masuk sensus berikutnya. Albanese sendiri seorang heteroseksual yang telah dua kali mengikuti pawai tahunan Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras sejak menjabat pada 2022.
Minat Publik dan Perbandingan dengan Negara Lain
Kepala Statistik ABS, David Gruen, menyebut biro statistik menemukan minat besar publik terhadap pertanyaan ini. Temuan itu muncul selama konsultasi publik menjelang sensus.
Gruen menjelaskan kepada Australian Broadcasting Corp bahwa sebagian masyarakat menganggap informasi ini sangat penting. Sebagian lain justru memilih tidak membagikannya. Alasan inilah yang mendasari keputusan menjadikan pertanyaan tersebut opsional.
Liz Allen, demograf dari Australian National University, menilai Australia tertinggal dibanding negara sebanding lain. Inggris menanyakan pertanyaan serupa pada 2021, Selandia Baru pada 2023, dan Kanada tiga bulan lalu.
Allen menyebut pemerintah sebelumnya tidak menunjukkan tanda akan mengubah sikap meski bukti pendukung sudah tersedia. ABS pun tidak mengajukan usulan tersebut kepada mereka. Ia menambahkan bahwa pertanyaan sensus perlu melangkah lebih jauh dengan menanyakan status interseks responden.
Interseks merujuk pada orang yang lahir dengan karakteristik biologis seperti kromosom, hormon, atau alat kelamin yang tidak sesuai definisi umum pria atau wanita.
Perbandingan dengan Sensus Amerika Serikat
Sensus terakhir AS pada 2020 hanya mengizinkan dua jawaban gender, yakni pria atau wanita. Sensus yang digelar sekali dalam satu dekade itu juga tidak secara khusus menanyakan orientasi seksual.
Namun, hubungan sesama jenis untuk pertama kalinya boleh tercantum dalam kolom hubungan rumah tangga pada sensus tersebut.
Proses Pengisian dan Batas Waktu Sensus
Warga Australia diminta mengisi formulir sensus segera setelah menerima instruksi lewat surat. Syaratnya, mereka sudah mengetahui lokasi mereka pada malam sensus.
ABS memperkirakan 85 persen responden akan mengisi secara daring. Angka ini naik dari hampir 80 persen pada 2021, saat hampir separuh populasi masih menjalani lockdown pandemi.
ABS juga menyediakan formulir sensus versi kertas atas permintaan. Petugas lapangan membantu warga tunawisma dan penduduk di wilayah terpencil untuk berpartisipasi.
Warga yang tidak mematuhi kewajiban mengisi sensus dapat menerima denda hingga 364 dolar Australia, atau sekitar 257 dolar AS, per hari. ABS melaporkan lebih dari 5 juta formulir telah masuk hingga Selasa pagi, dari total hampir 11 juta formulir yang mereka targetkan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














