Update Bencana Sumatera, 1.090 Tewas, 510.528 Mengungsi – BNPB Terus Lakukan Pencarian

Sabtu, 20 Desember 2025 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera. (Posnews/Ist)

Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat kian mematikan. Hingga Sabtu (20/12/2025), jumlah korban tewas kembali melonjak tembus 1.090 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan, tim SAR menemukan tambahan korban meninggal dunia dalam operasi pencarian terbaru yang digelar hari ini.

Menurut Abdul Muhari, hasil pencarian mutakhir mencatat penambahan 19 korban jiwa. Dengan demikian, total korban meninggal meningkat dari 1.071 orang menjadi 1.090 jiwa dalam waktu 24 jam.

Di sisi lain, BNPB masih mencatat 186 orang dinyatakan hilang. Hingga kini, petugas gabungan terus menyisir lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Mengganas, 278 Keluarga Terdampak, Rumah Rusak dan Warga Krisis Air

Meski demikian, BNPB memfokuskan operasi pencarian di sejumlah sektor prioritas. Bersamaan dengan itu, tim identifikasi korban juga terus bekerja untuk memastikan data korban secara akurat.

Abdul Muhari merinci, operasi pencarian aktif berlangsung di enam kabupaten di Aceh, lima sektor di Sumatera Barat, dan empat sektor di Sumatera Utara. Seluruh tim dikerahkan untuk memaksimalkan peluang menemukan korban.

Tak hanya korban jiwa, bencana ini juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. BNPB mencatat jumlah pengungsi di wilayah Sumatera–Aceh mencapai 510.528 jiwa, meski angka tersebut mulai menurun.

Baca Juga :  APPSI Tolak Keras Raperda Kawasan Tanpa Rokok, Nilai Tekan Nafas Usaha Kecil

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan terjadi seiring sekitar 16 ribu warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Warga yang pulang memanfaatkan waktu untuk membersihkan lumpur dan sisa material banjir di kawasan terdampak.

Namun demikian, kebutuhan dasar warga belum sepenuhnya pulih. Para penyintas masih bergantung pada dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.

BNPB mencatat lebih dari 500 dapur umum beroperasi di Provinsi Aceh. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus memasok logistik agar kebutuhan makanan pengungsi dan warga terdampak tetap terpenuhi.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar
Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan
Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap
Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari
Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme
Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit
Bau Sampah Mengganggu, RDF Rorotan Dihentikan Sementara oleh Pemprov DKI
Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:23 WIB

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:50 WIB

Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:06 WIB

Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:49 WIB

Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme

Berita Terbaru