JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tindakan tegas dilakukan Kementerian Kehutanan dengan kembali menyegel 3 subyek hukum baru yang diduga kuat menjadi biang kerok banjir dan longsor di Sumatera.
Langkah ini menambah daftar penyegelan sebelumnya, sehingga total tujuh subyek hukum resmi dipasangi garis segel.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penindakan ini merupakan janji yang ia ucapkan langsung di hadapan Komisi IV DPR RI. Ia memastikan tidak ada satu pun perusak hutan yang lolos.
“Penyegelan ini akan terus kami lakukan. Siapa pun yang merusak hutan, pasti kami tindak,” tegasnya, Senin (8/12/2025).
Menhut menjelaskan, Kemenhut lebih dulu menyegel empat lokasi yang diduga kuat berkontribusi terhadap banjir dan longsor di kawasan Sumatera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, dua lokasi berada dalam konsesi korporasi, sedangkan dua lokasi lainnya merupakan lahan milik Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) di luar kawasan hutan.
“Kami tidak ada kompromi. Baik korporasi maupun PHAT yang terbukti merusak hutan Indonesia akan kami sikat. Penegakan hukum berlangsung tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Daftar Lengkap 7 Subyek Hukum yang Disegel
1. Konsesi PT Agincourt Resources – Ramba Joring, Desa Aek Pining, Batang Toru, Tapanuli Selatan
2. Konsesi PT Agincourt Resources – Lokasi kedua di kawasan yang sama
3. PHAT Jon Anson – Desa Natambang Roncitan, Arse, Tapanuli Selatan
4. PHAT Mahmudin – Desa Sombadebata Purba, Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan
5. Konsesi PT Toba Pulp Lestari – Desa Marisi, Angkola Timur, Tapanuli Selatan
6. PHAT Jhon Ary Manalu – Desa Pardomuan, Simangumban, Tapanuli Utara
7. PHAT Asmadi Ritonga – Desa Dolok Sahut, Simangumban, Tapanuli Utara
8. PHAT David Pangabean – Desa Simanosor Tonga, Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan
Ada 5 Target Berikutnya, Gakkum Terus Dalami
Raja Antoni mengungkapkan, Gakkum Kemenhut terus mengumpulkan sampel kayu, menelusuri aliran DAS Batang Toru, dan meminta keterangan berbagai pihak terkait.
“Dengan penyegelan ini, total sudah 7 subyek hukum ditindak. Masih ada 5 lainnya yang sedang kami dalami. Jika terbukti, langsung kami segel tanpa basa-basi,” tegasnya.
Kemenhut memastikan penindakan akan berjalan agresif agar kerusakan hutan yang memicu banjir dan longsor di Sumatera tidak terus berulang. (red)


















