Air Hujan di Jakarta Tercemar Mikroplastik, DLH DKI Bergerak Cepat

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Air hujan. (Ist)

Ilustrasi, Air hujan. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Biasanya mandi hujan akan sangat menyegarkan. Namun hujan di Ibu Kota kini tak lagi sesegar dulu.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fakta mengejutkan: air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik berbahaya.

Temuan ini langsung membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat.

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menyebut, hasil riset BRIN menjadi alarm keras bagi kondisi lingkungan Ibu Kota.

Menurutnya, polusi plastik kini bukan hanya mengotori laut dan sungai, tapi sudah menyebar hingga ke atmosfer Jakarta.

“Temuan BRIN ini adalah peringatan serius. Polusi plastik kini sampai di langit Jakarta. Kami harus bergerak cepat dan kolaboratif,” tegas Asep, Sabtu (18/10/2025).

Asep menegaskan, pihaknya tengah memperkuat program pengendalian sampah plastik dari hulu hingga hilir, termasuk pemantauan kualitas udara dan air hujan secara terpadu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

DKI Perkuat Aturan dan Inovasi

Pemprov DKI sejatinya telah menerapkan berbagai aturan pengurangan plastik, mulai dari Pergub No. 142/2019 tentang penggunaan kantong ramah lingkungan, hingga program Jakstrada Persampahan yang menargetkan 30% pengurangan sampah dari sumbernya.

Baca Juga :  Xi Jinping Ucapkan Selamat pada To Lam, Tegaskan Komitmen

Selain itu, bank sampah, TPS 3R, dan inisiatif daur ulang komunitas terus diperluas agar limbah plastik tidak berakhir di tempat terbuka.

“Pengurangan plastik harus dimulai dari rumah tangga, industri, sampai sektor jasa. Semua punya peran,” ujar Asep menegaskan.

DLH kini bekerja sama dengan BRIN melalui sistem Jakarta Environmental Data Integration (JEDI) — platform pemantauan lingkungan berbasis data.

Hasil pengukuran mikroplastik di udara dan air hujan akan menjadi dasar kebijakan baru untuk melawan polusi plastik.

Pemprov juga meluncurkan kampanye “Jakarta Tanpa Plastik di Langit dan Bumi” untuk mengajak warga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak membakar sampah sembarangan.

Kolaborasi untuk Jakarta Bersih

Menurut Asep, DLH membuka peluang kolaborasi lintas sektor — dari dunia usaha, lembaga riset, hingga komunitas lingkungan.

Baca Juga :  Rahasia Kamuflase Hewan: Jurus Menghilang dan Menipu

“Kami siap bekerja sama dalam riset, teknologi filtrasi, dan produk ramah lingkungan. Langit bersih dari mikroplastik adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

BRIN: Mikroplastik Berasal dari Aktivitas Manusia

Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova menjelaskan, riset sejak 2022 menemukan mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di Jakarta. Partikel itu berasal dari serat pakaian sintetis, debu kendaraan, sisa ban, hingga pembakaran plastik.

“Mikroplastik melayang di udara, kemudian turun bersama air hujan,” jelas Reza.

Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Firdaus Ali menegaskan, Pemprov DKI selalu responsif terhadap hasil riset terkait kualitas lingkungan.

“Kami kendalikan penggunaan plastik berkualitas rendah yang justru berkontribusi besar terhadap peningkatan mikroplastik di alam,” katanya.

Firdaus menambahkan, plastik daur ulang sederhana yang banyak dipakai di pasar tradisional dan warung justru mudah terurai dan menghasilkan partikel mikroplastik berbahaya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:07 WIB

Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB