Akhir Drama Perbatasan: Thailand dan Kamboja Sepakati Gencatan Senjata Segera

Minggu, 28 Desember 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Damai di siang bolong! Thailand dan Kamboja resmi setujui gencatan senjata segera. Akhiri konflik 20 hari yang tewaskan 100 orang lebih. Dok: Istimewa.

Foto, Damai di siang bolong! Thailand dan Kamboja resmi setujui gencatan senjata segera. Akhiri konflik 20 hari yang tewaskan 100 orang lebih. Dok: Istimewa.

PHNOM PENH, POSNEWS.CO.ID – Kabar melegakan akhirnya datang dari perbatasan Asia Tenggara. Thailand dan Kamboja sepakat untuk melakukan gencatan senjata “segera” pada Sabtu (27/12/2025).

Langkah ini diambil untuk mengakhiri pertempuran berdarah yang telah berlangsung selama 20 hari. Tercatat, konflik ini telah merenggut lebih dari 100 nyawa dan memaksa lebih dari setengah juta orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

Dalam pernyataan bersamanya, kedua menteri pertahanan menegaskan bahwa gencatan senjata berlaku efektif mulai Sabtu pukul 12.00 siang waktu setempat.

“Ini mencakup semua jenis senjata, termasuk serangan terhadap warga sipil, objek sipil, infrastruktur, dan tujuan militer di kedua sisi,” bunyi kesepakatan tersebut.

Bekukan Pasukan, Cegah Eskalasi

Menteri Pertahanan Thailand Natthaphon Narkphanit dan mitranya dari Kamboja, Tea Seiha, menandatangani perjanjian tersebut secara langsung.

Poin krusial dalam kesepakatan ini adalah pembekuan pergerakan pasukan. Artinya, kedua belah pihak setuju untuk mempertahankan penyebaran pasukan saat ini tanpa ada gerakan maju atau tambahan personel.

Baca Juga :  Iran Membara: Khamenei Bersumpah Tumpas Vandal

Kementerian Pertahanan Kamboja menjelaskan alasannya. “Setiap penguatan akan meningkatkan ketegangan dan berdampak negatif pada upaya jangka panjang untuk menyelesaikan situasi,” tegas mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau (demining) dan memerangi kejahatan siber (cybercrime).

Serangan Udara Menit Terakhir

Meskipun kesepakatan telah tercapai, ketegangan sempat memuncak tepat sebelum tanda tangan dibubuhkan. Kamboja melaporkan serangan udara Thailand di wilayah barat laut pada Sabtu pagi.

Kamboja menuduh jet tempur F-16 Thailand menjatuhkan empat bom di Serei Saophoan, provinsi Banteay Meanchey. Sehari sebelumnya, serangan serupa juga dilaporkan terjadi di desa Chok Chey, yang dikonfirmasi oleh militer Thailand.

Insiden-insiden ini menunjukkan betapa rapuhnya situasi di lapangan. Pertukaran tembakan roket dan artileri telah menjadi pemandangan harian selama hampir tiga minggu terakhir.

Baca Juga :  Preman Ciputat Mau Bacok Pedagang Ditangkap Lagi di Bogor, Baru 9 Bulan Bebas

Akar Konflik dan Korban Jiwa

Konflik ini berakar pada klaim wilayah yang tumpang tindih di sepanjang perbatasan. Sebelumnya, gencatan senjata yang rapuh sempat dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan didukung tekanan Presiden AS Donald Trump, namun kembali pecah awal Desember.

Data korban jiwa sangat memilukan. Thailand melaporkan kehilangan 26 tentara dan 1 warga sipil akibat pertempuran langsung, serta 44 kematian warga sipil akibat dampak ikutan (collateral effects).

Sementara itu, Kamboja belum merilis angka resmi korban militer. Namun, mereka melaporkan 30 warga sipil tewas dan 90 lainnya terluka.

Kini, ratusan ribu pengungsi menanti dengan cemas. Mereka berharap gencatan senjata ini benar-benar permanen, bukan sekadar jeda sesaat sebelum badai peluru kembali datang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: The Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme
Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit
Bau Sampah Mengganggu, RDF Rorotan Dihentikan Sementara oleh Pemprov DKI
Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:49 WIB

Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:15 WIB

Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:47 WIB

Bau Sampah Mengganggu, RDF Rorotan Dihentikan Sementara oleh Pemprov DKI

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB