Akhir Pelarian Bos Gendut, BNN Sita Aset Hampir Rp40 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNN menangkap Bos Gendut dalam operasi narkoba Kampung Bahari. (Posnews/BNN)

Petugas BNN menangkap Bos Gendut dalam operasi narkoba Kampung Bahari. (Posnews/BNN)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pelarian panjang MR alias Bos Gendut, gembong narkoba yang disebut menguasai jaringan peredaran narkotika di Kampung Bahari, akhirnya berakhir.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap buronan tersebut saat berada di sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, pada Rabu (12/8/2026) pukul 20.09 WIB.

Penangkapan ini bukan operasi biasa. Tim BNN membuntuti MR sejak keluar dari Kampung Bahari, Tanjung Priok, hingga memasuki kawasan Mangga Besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu target masuk ke salon, petugas langsung menyergap dan mengamankannya bersama seorang rekannya.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan mengatakan MR merupakan buronan kasus narkotika yang diungkap pada 7 November 2025. “Yang bersangkutan kami ikuti dari Kampung Bahari menuju Mangga Besar, kemudian kami tangkap di salah satu salon kecantikan,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (13/8/2026).

Buronan Kasus 98 Kilogram Sabu

MR diduga menjadi aktor utama dalam perkara kepemilikan 98 kilogram sabu yang sempat menggegerkan Jakarta Utara pada 2025.

Baca Juga :  Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Selain narkotika, penyidik juga mengaitkannya dengan kepemilikan senjata api, emas batangan, amunisi, dan berbagai barang berharga lainnya.

Namun, yang paling mengejutkan adalah temuan aliran uang hasil bisnis haram tersebut.

BNN mengembangkan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berhasil menyita uang tunai Rp1,277 miliar serta berbagai aset yang ditaksir mencapai Rp39,95 miliar.

“Kasus ini tidak berhenti pada perkara narkotika. Kami juga mengembangkan TPPU dan menyita aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan,” kata Roy.

Kampung Bahari Dikepung Saat Fajar

Pengakuan Bos Gendut membuka babak baru. Berdasarkan hasil interogasi, BNN bersama Polda Metro Jaya dan Brimob menggelar operasi besar di Kampung Bahari pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat penyimpanan narkotika dan markas jaringan MR.

Dari operasi itu, aparat menyita ganja jenis gorilla, senjata api, samurai, peluru, telepon seluler, uang tunai, mobil BMW, kendaraan lain, serta sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan jaringan narkoba.

Baca Juga :  Ibu di Ambon Siram Anak Pakai Air Panas, Bocah 7 Tahun Luka Bakar Parah

Loyalis Mengamuk, Polisi Terluka

Operasi tidak berjalan mulus. Sejumlah orang yang diduga loyalis Bos Gendut melakukan perlawanan terhadap petugas.

Akibat bentrokan tersebut, seorang anggota Polri mengalami luka di bagian bawah mata.

Meski mendapat perlawanan, aparat tetap melanjutkan operasi dan menangkap dua loyalis beserta kendaraan dan barang bukti lainnya.

Bukan Sekadar Menangkap Bandar

Kasus Bos Gendut menjadi contoh penting bahwa pemberantasan narkoba kini tidak hanya memburu pelaku, tetapi juga memutus sumber pendanaan jaringan.

Melalui penyidikan TPPU, negara dapat menyita uang, properti, kendaraan, dan aset lain yang diduga berasal dari hasil perdagangan narkotika.

Langkah ini penting karena jaringan narkoba bertahan berkat kekuatan finansial untuk membiayai distribusi, perekrutan anggota, dan operasinya.

BNN menegaskan operasi di Kampung Bahari belum berakhir.

Sejumlah anggota jaringan MR masih diburu, dan penyidik terus menelusuri aset serta aliran dana yang diduga tersebar di berbagai wilayah.

Jika seluruh jaringan terbongkar, kasus ini berpotensi menjadi pengungkapan narkotika dan TPPU terbesar di Jakarta Utara dalam beberapa tahun terakhir. MR

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak
Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg
Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik
Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:17 WIB

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak

Senin, 14 September 2026 - 18:27 WIB

Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg

Senin, 14 September 2026 - 15:08 WIB

Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik

Senin, 14 September 2026 - 09:20 WIB

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB