PM Jepang Sanae Takaichi Sukses Jalani Debut Diplomasi G7

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komitmen kuat Tokyo. Jepang melanjutkan sanksi keras terhadap Rusia dan mempererat kerja sama taktis rekonstruksi bersama Ukraina. Dok: Istimewa.

Komitmen kuat Tokyo. Jepang melanjutkan sanksi keras terhadap Rusia dan mempererat kerja sama taktis rekonstruksi bersama Ukraina. Dok: Istimewa.

EVIAN-LES-BAINS, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyelesaikan debut diplomasinya pada KTT G7 di Prancis dengan sangat baik. Langkah tenang ini memperkuat reputasi Jepang sebagai sekutu tepercaya di tengah ketegangan geopolitik global.

Strategi Lobi Senyap di Balik Layar

Analis menilai Takaichi berhasil membawa agenda penting Jepang tanpa harus mendominasi panggung utama secara agresif. Guru Besar Universitas Tsukuba Atsuko Higashino mengonfirmasi bahwa Jepang lebih fokus memengaruhi hasil kesepakatan di balik layar.

Baca Juga :  Politik Kartel: Saat Oposisi Hanya Menjadi Dekorasi Demokrasi

Pendekatan pragmatis ini sukses memasukkan isu keamanan Selat Hormuz ke dalam dokumen kesepakatan bersama G7. Selain itu, Jepang juga aktif menyuarakan pentingnya rantai pasok mineral kritis untuk ketahanan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen Bersama Ukraina dan Selat Taiwan

Pertemuan puncak di kota Evian-les-Bains ini juga menghasilkan pernyataan bersama mengenai konflik Ukraina dan stabilitas Selat Taiwan. Guru Besar International Christian University Stephen Nagy menilai keselarasan komitmen tersebut sebagai pencapaian yang mengejutkan.

Baca Juga :  Kasus Air Keras Siswa SMK di Cempaka Putih Alami Cedera Mata, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Sebelum menghadiri KTT G7, Takaichi sempat mengunjungi Inggris dan Italia untuk menggelar pembicaraan bilateral khusus. Ketiga negara tersebut kini aktif bekerja sama mengembangkan jet tempur siluman generasi baru masa depan.

Melalui kesuksesan debut ini, Jepang membuktikan posisinya sebagai mitra strategis yang sangat konsisten menjaga perdamaian. Pada akhirnya, dunia internasional tetap menaruh kepercayaan tinggi terhadap peran aktif Tokyo di panggung global.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang
AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi
Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center
Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 September 2026 - 18:42 WIB

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Berita Terbaru

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:58 WIB

Polisi Rusia menangkap pengamat pemilu Partai Yabloko hingga pingsan di St. Petersburg. Simak rincian insiden dan dugaan pelanggaran pemilu Duma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:55 WIB

Denmark dan Greenland menegaskan kedaulatan wilayah usai Donald Trump mengklaim kontrol militer permanen di Arktik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:30 WIB