Empat Tahun Perang Ukraina: Antara Ambisi Gencatan Senjata Juni dan Kebuntuan Struktural

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

EMasa depan yang abu-abu. Memasuki tahun kelima konflik, tekanan Washington untuk mengakhiri perang sebelum musim panas berbenturan dengan perbedaan prinsipil mengenai wilayah dan arsitektur keamanan Eropa. Dok: Istimewa.

EMasa depan yang abu-abu. Memasuki tahun kelima konflik, tekanan Washington untuk mengakhiri perang sebelum musim panas berbenturan dengan perbedaan prinsipil mengenai wilayah dan arsitektur keamanan Eropa. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Komunitas internasional memperingati empat tahun sejak pasukan Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari. Namun demikian, harapan untuk mengakhiri peperangan tersebut dalam waktu dekat tampak semakin memudar.

Beberapa hari sebelum tonggak sejarah ini, perwakilan Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia menyelesaikan putaran ketiga pembicaraan trilateral tahun ini di Jenewa. Pertemuan dua hari tersebut berakhir tanpa hasil nyata. Oleh karena itu, muncul pertanyaan besar apakah konflik ini sedang menuju titik balik atau justru terjebak dalam kebuntuan yang lebih permanen.

“Jendela Diplomasi” dan Kalender Politik AS

Laporan menyebutkan bahwa Washington berupaya keras untuk mengamankan kesepakatan gencatan senjata sebelum bulan Juni mendatang. Namun, para analis menilai target tersebut lebih banyak didorong oleh pertimbangan politik dalam negeri Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wang Jin, Direktur Pusat Studi Strategis di Northwest University, mencatat bahwa Washington berharap dapat meningkatkan prospek elektoral menjelang siklus pemilu paruh waktu. “Target yang ditetapkan Amerika Serikat lebih berkaitan dengan kalender politik domestik mereka,” ujar Wang kepada CGTN. Di sisi lain, Cui Zheng dari Liaoning University memperingatkan bahwa jendela diplomasi saat ini sangat singkat dan rapuh. Jika kemajuan tidak tercapai pada musim panas ini, negosiasi yang berarti kemungkinan besar akan tertunda hingga musim dingin mendatang.

Baca Juga :  Tambang Emas Ilegal Guncang Negara, Dana Haram Rp992 Triliun Dibongkar PPATK

Hambatan Struktural: Wilayah dan Keamanan

Para ahli sepakat bahwa penghalang utama perdamaian terletak pada ketidaksepakatan struktural yang sangat mengakar. Masalah kedaulatan wilayah dan arsitektur keamanan menjadi inti dari perbedaan yang tidak terdamaikan ini.

Rusia bersikeras agar dunia internasional mengakui kontrolnya atas Krimea serta empat wilayah timur dan selatan lainnya. Selain itu, Moskow menuntut agar Ukraina membatalkan niatnya untuk bergabung dengan NATO. Sebaliknya, Ukraina tetap memegang teguh klaim kedaulatan penuh atas seluruh wilayahnya. Kyiv juga menuntut jaminan keamanan hukum yang mengikat dari mitra Barat guna mencegah agresi di masa depan. Posisi yang saling bertolak belakang ini menyisakan ruang kompromi yang sangat sempit bagi para negosiator.

Pergeseran Peran Amerika Serikat dan Eropa

Di bawah orientasi kebijakan “America First”, tujuan Amerika Serikat dalam konflik ini tampak mulai bergeser secara signifikan. Washington kini mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis guna memfasilitasi kesepakatan secepat mungkin.

Baca Juga :  Cegah Penyalahgunaan Wewenang, Tito Karnavian Dorong Polri Perkuat Sistem Pengawasan Internal

Selanjutnya, pengamat melihat AS mulai memainkan peran sebagai penekan bagi Kyiv agar lebih fleksibel, sembari tetap menjalin kontak diplomatik dengan Rusia. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban jangka panjang perang dan mengalokasikan kembali sumber daya strategis ke kawasan lain.

Sementara itu, peran Eropa tetap terbatas dalam kerangka negosiasi utama yang didominasi oleh Washington dan Moskow. Meskipun begitu, pemimpin Eropa terus meningkatkan konsultasi dengan Kyiv. Mereka mulai mengeksplorasi jalur hukum untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan demi keuntungan pembangunan Ukraina. Walaupun Eropa berusaha menunjukkan otonomi strategis, perbedaan pendekatan antara AS dan Eropa di masa depan berisiko mengekspos ketegangan internal di dalam aliansi Barat.

Menghadapi Tahun Kelima

Memasuki tahun kelima invasi, optimisme prematur adalah hal yang berbahaya. Penyesuaian taktis dan tawaran diplomatik memang terus bermunculan, namun jurang fundamental antara kedua pihak tetap menganga lebar.

Pada akhirnya, apakah tahun 2026 akan menjadi awal dari de-eskalasi atau justru babak baru persaingan berkepanjangan sangat bergantung pada kemauan para aktor untuk mempersempit kesenjangan kedaulatan yang ada. Tanpa mekanisme pemantauan pihak ketiga yang kredibel, setiap kesepakatan baru akan menghadapi risiko pelanggaran yang sama seperti perjanjian-perjanjian sebelumnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB