JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Waspada, aksi begal kembali mengguncang ibu kota.
Seorang anggota Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) menjadi korban pembegalan sadis di Jalan KH Hasyim Ashari, kawasan Cideng, Kecamatan Gambir.
Korban diketahui bernama Bimo Margo Hutomo (29). Ia diserang gerombolan pelaku saat pulang dari rumah temannya pada Kamis dini hari, 2 April 2026 sekitar pukul 04.30 WIB.
Peristiwa mencekam itu terekam CCTV dan viral di media sosial. Dalam rekaman, korban sempat melawan saat dipepet pelaku. Namun, jumlah pelaku yang lebih banyak membuatnya kewalahan.
Pelaku langsung menendang korban hingga jatuh, lalu menghajarnya dengan batu secara brutal.
Plt Kanit Reskrim Gambir Heri Moko membenarkan kejadian tersebut.
“Pelaku menendang korban, lalu memukul dengan batu. Setelah itu motor dan ponsel korban dibawa kabur,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Motor dan Ponsel Raib
Setelah melumpuhkan korban, pelaku langsung kabur membawa barang berharga, yaitu:
- 1 unit sepeda motor Honda Scoopy 2020
- 1 unit HP Samsung S20 Plus
- 1 unit HP Samsung A55
Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami:
- Luka di kepala
- Lecet di wajah
- Cedera di pergelangan tangan
Petugas segera membawa korban ke RS Tarakan untuk mendapat perawatan medis.
Pelaku Terekam CCTV
Video kejadian memperlihatkan korban berusaha kabur sambil berlari. Namun, pelaku terus mengejar bahkan sempat mengarahkan motor ke arah korban.
Tak lama kemudian, korban kembali terjatuh dan pelaku langsung menguasai situasi sebelum kabur.
Polisi langsung bergerak cepat. Tim dari Polsek Gambir bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan olah TKP dan memburu pelaku.
“Kasus masih dalam penyelidikan dan pengejaran,” tegas Heri.
Imbauan Waspada
Kasus ini menjadi alarm keras bagi warga Jakarta. Polisi mengimbau masyarakat:
- Hindari bepergian sendiri saat dini hari
- Pilih jalur ramai dan terang
- Segera lapor jika melihat aktivitas mencurigakan (red)
Editor : Hadwan



















