China Jatuhkan Sanksi Keras: 20 Perusahaan Militer AS dan Eksekutif Top Masuk Daftar Hitam

Sabtu, 27 Desember 2025 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tiongkok mengerahkan armada tempur melalui Selat Yonaguni-Iriomote sebagai balasan atas transit kapal perusak Jepang. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Tiongkok mengerahkan armada tempur melalui Selat Yonaguni-Iriomote sebagai balasan atas transit kapal perusak Jepang. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan di Selat Taiwan memicu aksi balasan tegas dari Beijing. Kementerian Luar Negeri China secara resmi mengumumkan sanksi balasan (countermeasures) terhadap 20 perusahaan militer Amerika Serikat (AS) dan 10 eksekutif seniornya pada Jumat (26/12/2025).

Beijing mengambil langkah ini sebagai respons langsung terhadap pengumuman terbaru AS. Pasalnya, Washington baru saja menyetujui penjualan senjata skala besar ke wilayah Taiwan.

Kementerian menyatakan bahwa tindakan AS tersebut melanggar prinsip satu-China secara serius. Selain itu, langkah tersebut menabrak tiga komunike bersama China-AS.

“Ini mencampuri urusan dalam negeri China dan merusak kedaulatan serta integritas wilayah China,” tegas pernyataan tersebut.

Daftar Target: Dari Boeing hingga Northrop Grumman

Sanksi ini membidik raksasa industri pertahanan AS. Tercatat, daftar hitam tersebut memuat 20 perusahaan, termasuk nama-nama besar seperti Northrop Grumman Systems Corporation dan Boeing in St. Louis.

Selain itu, sanksi juga menyasar perusahaan teknologi pertahanan lainnya. L3Harris Maritime Services, Gibbs & Cox, Inc., Teal Drones, Inc., dan Anduril Industries masuk dalam daftar tersebut.

Baca Juga :  Fed Tahan Suku Bunga: Jerome Powell Waspadai Inflasi Energi Akibat Perang Iran

Pemerintah China menerapkan hukuman berat. Beijing memerintahkan pembekuan seluruh properti dan aset lain milik perusahaan-perusahaan tersebut di wilayah China.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, pemerintah melarang keras seluruh organisasi dan individu di China untuk melakukan transaksi atau kerja sama dengan entitas yang terkena sanksi.

Eksekutif Dilarang Masuk

China juga menargetkan individu kunci. Sebanyak 10 eksekutif senior masuk dalam daftar sanksi personal.

Nama-nama tersebut mencakup Palmer Luckey (pendiri Anduril Industries), John Cantillon (VP L3Harris Technologies), dan Michael J. Carnovale (CEO Advanced Acoustic Concepts).

Sanksinya sangat tegas. Pemerintah akan menolak visa mereka dan melarang mereka masuk ke seluruh wilayah China, termasuk Hong Kong dan Makau.

“Garis Merah Pertama”

Juru bicara kementerian menegaskan kembali posisi Beijing dalam konferensi pers rutin. Ia menekankan bahwa masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan utama China.

Baca Juga :  Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

“Ini adalah garis merah pertama yang tidak boleh dilanggar dalam hubungan China-AS,” ujarnya. China siap memberikan respons tegas kepada siapa pun yang mencoba memprovokasi isu Taiwan.

Juru bicara juga menyampaikan peringatan keras kepada pihak rantai pasok senjata. “Perusahaan atau individu mana pun yang terlibat dalam penjualan senjata ke Taiwan akan membayar harga atas kesalahan tersebut,” ancamnya.

Desakan untuk Washington

China kembali mendesak AS untuk menghormati komitmen pemimpinnya. Beijing menuntut Washington menghentikan langkah berbahaya mempersenjatai Taiwan. Selain itu, AS harus berhenti mengirimkan sinyal salah kepada kekuatan separatis “kemerdekaan Taiwan”.

“Tidak ada negara atau kekuatan yang boleh meremehkan tekad, keinginan, dan kemampuan pemerintah serta rakyat China untuk menjaga kedaulatan nasional,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Populasi Paus di Afrika Selatan Terancam Akibat Pengalihan Jalur Kapal
China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran
China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan
Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer
ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:07 WIB

Populasi Paus di Afrika Selatan Terancam Akibat Pengalihan Jalur Kapal

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB