JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penggunaan ponsel pintar secara berlebih memicu gangguan kesehatan tangan baru.
Para ahli menyebut kondisi menyakitkan ini sebagai texting thumb.
Ponsel modern kini memiliki bobot lebih berat daripada sebelumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas doomscrolling selama berjam-jam memperparah ketegangan sendi tangan.
Dokter Maureen O’Shaughnessy membagikan pandangannya mengenai fenomena ini.
O’Shaughnessy bekerja pada University of Kentucky HealthCare Hand Center.
Ia meminta masyarakat menyesuaikan penggunaan gawai dengan pola hidup.
Mengunci posisi pergelangan tangan memicu rasa kaku luar biasa.
Siasat Sederhana Redakan Ketegangan Otot
Masyarakat sebaiknya membatasi waktu menatap layar ponsel setiap hari.
Kalian bisa memanfaatkan fitur pendikte suara saat mengirim pesan.
Langkah ini mengurangi gerakan mengetik menggunakan jempol secara drastis.
Memperbesar ukuran huruf juga membantu mencegah ketegangan mata dan tangan.
Pemasangan aksesori cincin penahan membantu mendistribusikan beban gawai.
Aksesori ini sekaligus berfungsi sebagai penyangga ponsel saat menonton video.
Gerakan Peregangan Mandiri di Rumah
Penderita bisa melakukan peregangan jari secara mandiri di rumah.
Kalian cukup melenturkan pergelangan tangan ke atas dan bawah.
Gunakan tangan lain untuk menarik jari secara perlahan.
Putar jempol secara melingkar guna melemaskan otot yang kaku.
Letakkan tangan pada permukaan datar untuk meregangkan ibu jari.
Tahan posisi peregangan tersebut selama tiga puluh detik penuh.
Lakukan gerakan sederhana ini secara rutin setelah memakai gawai.
Ancaman Penyakit Serius Akibat Kelalaian
Aktivitas mengetik tanpa henti memicu radang tendon De Quervain.
Kondisi ini menyebabkan pembengkakan parah pada pangkal ibu jari.
Kelalaian juga memicu sindrom carpal tunnel akibat saraf kejepit.
Dokter Eugene Tsai dari Cedars-Sinai memberikan peringatan keras.
Ia menegaskan anatomi tangan manusia tidak mendukung penggunaan ponsel seharian.
Oleh karena itu, kalian wajib memperlakukan tangan secara lembut.
Segera hubungi dokter spesialis jika rasa nyeri tetap berlanjut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













