Banyak Warga Berhak Terima Bansos Tapi Tak Masuk DTKS, Kevin Wu PSI Usulkan Alur Pendataan Dibalik

Rabu, 19 November 2025 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, Kevin Wu.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, Kevin Wu.

POSNEWS – Akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta masih menjadi sorotan publik.

Masih banyak warga yang seharusnya berhak menerima bansos, namun belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Salah satu sorotan tajam disampaikan anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI, Kevin Wu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kevin mengaku menemukan masih banyak pelajar yang berhak dapat Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, namun belum terdaftar dalam Data DTKS.

Sorotan ini disampaikan Kevin menyusul pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026.

Dalam APBD 2026, alokasi dana bansos mencapai Rp 4,6 triliun, di mana sekitar Rp 3,3 triliun diperuntukkan bagi KJP Plus.

Dalam kunjungannya ke Jakarta Barat untuk berdialog dengan masyarakat, Kevin Wu mendapati banyak aduan terkait ketidakmerataan penerima bansos.

“Ketika turun bertemu dengan masyarakat, saya menemukan masih ada banyak warga Jakarta yang ternyata masih belum memeroleh bansos dari Pemprov DKI,” ujar Kevin dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).

“Padahal, banyak warga yang masuk dalam kriteria sebagai penerima bansos itu berhak untuk mendapatkannya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Spesial HUT ke-80 TNI, Tarif Transportasi Umum Rp80 di Jakarta

Kevin menegaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah ketidaksesuaian dan kelambatan pembaruan DTKS.

Banyak warga yang mengadu belum masuk dalam data tersebut, padahal secara ekonomi mereka sangat membutuhkan.

“Banyak warga yang mengadu belum masuk ke dalam DTKS, padahal mereka seharusnya berhak untuk menerima bansos dari Pemprov DKI,” tegasnya.

“Ini persoalan serius yang diakibatkan oleh masih kurangnya pendataan di lapangan. Hal itu menyebabkan banyak warga akhirnya tidak terdaftar sebagai penerima bansos,” sambungnya.

Sebagai anggota Komisi A yang membidangi pemerintahan, Kevin Wu mendesak Pemprov DKI Jakarta agar bersikap lebih proaktif dan responsif dalam mengatasi masalah data ini.

Selama ini, proses pengajuan atau pengecekan data DTKS dilakukan secara mandiri oleh warga dengan mendatangi Pendamping Sosial (Pedamsos) di Kelurahan masing-masing.

Kevin mengusulkan agar alur ini dibalik. “Bagaimana kalau alur ini kita balik, jadi Pemprov DKI yang menjemput bolanya,” usul Kevin.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengusulkan agar pihak Kelurahan, alih-alih menunggu warga datang, harusnya turun langsung ke masyarakat.

Baca Juga :  Penumpang Kereta Wajib Tahu, Aturan Keselamatan Ketat di Stasiun dan Gerbong

Tujuannya adalah melakukan pengecekan rutin untuk menemukan warga yang belum terdaftar dalam DTKS, meskipun mereka memenuhi persyaratan.

Apalagi, saat ini Pemprov DKI tengah mengembangkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang seharusnya mampu mendaftarkan warga penerima bansos secara otomatis.

“Terlebih, sekarang sudah ada DTSEN yang seharusnya mendaftar warga-warga penerima bansos secara otomatis,” tegasnya.

Kevin mengingatkan Pemprov DKI bahwa kondisi perekonomian masyarakat saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Oleh karena itu, akurasi data penerima bansos adalah kunci untuk memastikan program kesejahteraan sosial berjalan dengan baik.

“Kita harus ingat, masyarakat sedang tidak hidup dalam kondisi perekonomian yang baik-baik saja. Maka, Pemprov DKI harus serius dalam memastikan warganya bisa hidup secara sejahtera,” tegasnya.

Kevin mendesak Pemprov DKI lebih serius lagi dalam memastikan data penerima bansos memang layak dan tepat sasaran.

“Itu bisa dimulai dengan memastikan bahwa data-data yang menyangkut penerima bansos selalu ter-update, lengkap, dan akurat,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Jabodetabek Rabu 16 September 2026, Bogor Berpotensi Hujan
Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C
BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas
Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Mengintai Bogor dan Tangerang
Tri Waluyo Desak Pemprov DKI Evaluasi Data Desil Penerima Bansos
Jakarta Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan Petir Jumat 11 September

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:56 WIB

Cuaca Jabodetabek Rabu 16 September 2026, Bogor Berpotensi Hujan

Selasa, 15 September 2026 - 05:27 WIB

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Senin, 14 September 2026 - 05:52 WIB

BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Berita Terbaru

AMD meluncurkan CPU Ryzen 5 5500F 6-core AM4 seharga $99. Simak spesifikasi lengkap, dukungan DDR4, dan keunggulan rakit PC hemat di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Resmi Rilis CPU Ryzen 5 5500F Berbasis AM4

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:21 WIB

ASUS meluncurkan monitor ProArt PA27UCDV 4K QD-OLED 120Hz di IBC 2026. Simak spesifikasi lengkap, kecerahan HDR 1.000 nits, dan fitur Thunderbolt 4 140W. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASUS Resmi Meluncurkan Monitor ProArt PA27UCDV

Rabu, 16 Sep 2026 - 07:15 WIB