Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak

Rabu, 16 September 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aris Sanda diduga disandera kelompok bersenjata di jalur Trans Wamena-Nduga. (Posnews/Ist)

Aris Sanda diduga disandera kelompok bersenjata di jalur Trans Wamena-Nduga. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Perjalanan Aris Sanda sebagai sopir di Papua berakhir tragis.

Pria yang disebut telah melayani perjalanan warga sejak 2013 itu dilaporkan ditembak kelompok bersenjata di jalur Trans Wamena-Nduga, Papua Pegunungan.

Sebelum tewas, Aris diduga lebih dulu disandera. Ia bahkan dipaksa membuat video sambil mengangkat bendera bergambar bintang kejora dan menyampaikan pernyataan dukungan terhadap Papua merdeka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (15/9/2026) di kawasan Gunung Boy, Kabupaten Jayawijaya.

Saat itu Aris disebut sedang membawa penumpang dari Wamena menuju Mbua. Kelompok bersenjata menghadang kendaraan yang dikemudikannya dan memerintahkan para penumpang turun.

Sejumlah penumpang kemudian dilepaskan. Namun, Aris tetap ditahan. Kendaraan lajuran yang digunakannya juga dilaporkan dibakar di lokasi kejadian.

Aris Dipaksa Bicara di Bawah Todongan Senjata

Video penyanderaan Aris kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman sekitar 1 menit 48 detik, Aris terlihat berdiri bersama sejumlah orang bersenjata.

Baca Juga :  Keracunan MBG di Cipongkor Bandung Barat, 411 Pelajar Terserang, 47 Masih Dirawat

Ia mengenakan jaket hitam dan celana pendek. Salah satu bagian video memperlihatkan Aris mengangkat bendera bergambar bintang kejora.

Situasi semakin mencekam karena sejumlah orang di sekitarnya terlihat membawa senjata laras panjang dan parang. Bahkan, dalam rekaman tersebut terdapat senjata yang diarahkan ke kepala Aris.

Dalam tekanan tersebut, Aris menyampaikan pernyataan mengenai Papua merdeka. Ia juga mengungkapkan dirinya telah bekerja sebagai sopir di Papua sejak 2013.

“Saya sebagai pendatang, sopir dari dulu sudah melayani dari 2013 sampai sekarang sampai 2026 saya masih jalan di sini karena saya percaya Papua itu bisa merdeka.”

Pernyataan tersebut perlu dilihat dalam konteks video penyanderaan. Karena itu, isi pernyataan Aris tidak dapat serta-merta dipahami sebagai sikap yang disampaikan secara bebas.

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

Perkembangan berikutnya, kelompok yang menyebut dirinya TPNPB Kodap III Ndugama Darakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan Aris.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Senin 13 Juli 2026, BMKG Prediksi Berawan dan Suhu 34°C

Juru bicara TPNPB Sebby Sambom menyebut penembakan terjadi sekitar pukul 09.25 WIT pada Selasa (15/9/2026). Kelompok tersebut juga mengklaim Aris sebagai anggota intelijen militer yang menyamar sebagai sopir.

Namun, tudingan tersebut merupakan klaim sepihak yang belum terverifikasi secara independen.

Hingga perkembangan terakhir yang ditemukan pada Rabu (16/9/2026), belum ada keterangan resmi TNI-Polri yang mengonfirmasi identitas pelaku, motif penembakan maupun tuduhan bahwa korban merupakan anggota intelijen.

Karena itu, kronologi lengkap kasus tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat.

Jalur Wamena-Nduga Kembali Disorot

Kasus Aris menambah perhatian terhadap keamanan jalur Trans Wamena-Nduga. Jalur tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan pegunungan Papua.

Di sisi lain, kelompok TPNPB juga mengeluarkan peringatan kepada warga pendatang yang bekerja sebagai sopir dan pengemudi ojek agar tidak melintasi sejumlah ruas yang mereka klaim sebagai wilayah konflik.

Situasi itu menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi warga sipil yang tetap harus beraktivitas di kawasan rawan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas
Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib
Ditemukan Lemah di Hutan, Demerina Masih Syok Disandera KKB Mimika
20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas
Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen
Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar
Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:29 WIB

Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Selasa, 15 September 2026 - 12:47 WIB

Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib

Selasa, 15 September 2026 - 12:37 WIB

Ditemukan Lemah di Hutan, Demerina Masih Syok Disandera KKB Mimika

Senin, 14 September 2026 - 18:15 WIB

20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas

Berita Terbaru

AMD meluncurkan CPU Ryzen 5 5500F 6-core AM4 seharga $99. Simak spesifikasi lengkap, dukungan DDR4, dan keunggulan rakit PC hemat di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Resmi Rilis CPU Ryzen 5 5500F Berbasis AM4

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:21 WIB

ASUS meluncurkan monitor ProArt PA27UCDV 4K QD-OLED 120Hz di IBC 2026. Simak spesifikasi lengkap, kecerahan HDR 1.000 nits, dan fitur Thunderbolt 4 140W. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASUS Resmi Meluncurkan Monitor ProArt PA27UCDV

Rabu, 16 Sep 2026 - 07:15 WIB