Bareskrim Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal di Bogor, Produk Positif Merkuri

Senin, 13 April 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menggerebek pabrik kosmetik ilegal di Dramaga Bogor. (Posnews/Ist)

Polisi menggerebek pabrik kosmetik ilegal di Dramaga Bogor. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri membongkar praktik produksi dan peredaran kosmetik ilegal tanpa izin edar BPOM di kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pengungkapan ini menjadi sorotan karena produk yang dibuat diduga mengandung bahan berbahaya berupa merkuri.

Operasi dilakukan pada Rabu malam, 8 April 2026, di sebuah rumah di Perumahan Casa Samala Pentas, Ciherang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi tersebut diketahui dijadikan tempat produksi sekaligus gudang penyimpanan kosmetik ilegal.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan tiga orang, yakni Rian Herdiansyah (33) sebagai pemilik usaha, Muhamad Reyhan (22) sebagai karyawan, serta Fajar Andriyani (33) yang berperan sebagai kurir.

Ketiganya langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ratusan Produk Siap Edar Disita

Saat penggeledahan, polisi menemukan ratusan produk kosmetik siap edar, mulai dari cream siang, cream malam, toner, hingga sabun wajah.

Baca Juga :  Mayat Wanita Terikat Ditemukan di Bawah Angkot Bogor, Polisi Bongkar Kronologi Lengkap

Selain itu, petugas juga menyita berbagai bahan baku, alat produksi, hingga kemasan yang digunakan untuk meracik produk ilegal tersebut.

Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku telah menjalankan bisnis ilegal ini selama lebih dari dua tahun.

Setiap harinya, pelaku mampu memproduksi hingga 100 paket kosmetik yang dijual secara online melalui marketplace dengan harga sekitar Rp35 ribu per paket.

Tak tanggung-tanggung, omzet kotor yang diraup mencapai Rp60 juta per bulan.

Cara Produksi Sederhana, Risiko Besar

Ironisnya, proses pembuatan kosmetik dilakukan secara sederhana tanpa standar keamanan.

Mulai dari mencampur alkohol dengan pewarna makanan untuk toner, hingga merebus sabun batang menjadi sabun cair. Sementara itu, cream siang dan malam hanya dikemas ulang dari bahan kiloan ke dalam pot kecil.

Baca Juga :  Apartemen Cisauk Disulap Jadi Pabrik Sabu, 2 Pelaku Raup Rp1 Miliar

Seluruh aktivitas produksi dilakukan di lantai dua rumah pelaku.

Hasil uji sementara dari laboratorium forensik menunjukkan fakta mengejutkan.

Produk cream siang dan malam yang disita terbukti mengandung merkuri, bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan dalam kosmetik karena dapat merusak kesehatan kulit dan organ tubuh.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjrn Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini.

Saat ini, penyidik masih mendalami jaringan distribusi serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk kosmetik, terutama yang dijual secara online tanpa izin resmi. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat Disorot, Potensi Gejolak Politik Menguat
Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil
Uni Eropa Paksa Meta Buka Akses WhatsApp untuk ChatGPT
Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan
Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru
Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius
Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:38 WIB

Aksi Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat Disorot, Potensi Gejolak Politik Menguat

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:20 WIB

Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:14 WIB

Uni Eropa Paksa Meta Buka Akses WhatsApp untuk ChatGPT

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:30 WIB

Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:12 WIB

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Berita Terbaru

Fusi tidak biasa di panggung politik Washington. Sam Altman dan Bernie Sanders berdiskusi mengenai pembentukan dana kekayaan publik melalui kepemilikan saham di perusahaan AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:20 WIB

Ilustrasi, Kebijakan monopoli digital digoyang. Uni Eropa memerintahkan Meta memberikan akses WhatsApp gratis bagi chatbot AI pesaing guna menjaga iklim kompetisi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Uni Eropa Paksa Meta Buka Akses WhatsApp untuk ChatGPT

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:14 WIB

Mengamankan jalur energi regional. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim memperkuat kemitraan maritim serta jaminan pasokan LNG di tengah krisis Timur Tengah. (David Mareuil/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:12 WIB