Bencana Sumatera, Tito Karnavian Gerakkan Garmen Nasional Kirim 106 Ribu Pakaian

Sabtu, 20 Desember 2025 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian saat rapat koordinasi pemulihan pascabencana Sumatra membahas penambahan 5.000 personel BKO TNI dan Polri. (Posnews/Kemendagri)

Mendagri Tito Karnavian saat rapat koordinasi pemulihan pascabencana Sumatra membahas penambahan 5.000 personel BKO TNI dan Polri. (Posnews/Kemendagri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyiapkan 106 ribu potong pakaian baru untuk korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Bantuan ini berasal dari perusahaan garmen nasional yang langsung bergerak membantu warga terdampak.

Tito menyampaikan hal tersebut usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dan Kepala Lembaga di Balai Kartini, Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia merinci, perusahaan Daehan Global asal Sukabumi menyumbang 101 ribu pakaian baru. Selain itu, satu perusahaan garmen dalam negeri turut menyalurkan 5.000 potong bantuan, termasuk 2.000 selimut. Total bantuan mencapai 106 ribu item.

Sebelumnya, Tito turun langsung ke lokasi pengungsian dan melihat banyak warga kekurangan pakaian. Sebagian besar korban mengungsi hanya dengan baju di badan karena banjir menyeret pakaian dan barang pribadi.

Baca Juga :  Bencana Sumatera Meluas, 1.068 Korban Tewas dan 190 Hilang - Pemerintah Percepat Pemulihan

Di sisi lain, Tito menilai banyak perusahaan garmen di Jakarta dan Jawa memiliki stok memadai untuk membantu korban bencana.

Karena itu, pemerintah mendorong penyaluran bantuan sandang secara cepat.

Tito menjelaskan, sebagian pabrik garmen berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Meski demikian, aturan perundang-undangan memperbolehkan pengecualian pajak dan bea masuk untuk kepentingan penanganan bencana.

Ia menegaskan, penyaluran bantuan tetap melalui permintaan resmi instansi pemerintah serta persetujuan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan.

Baca Juga :  BNPB Umumkan Data Terbaru 961 Tewas, 293 Hilang Akibat Bencana di Sumatera

Dari hasil komunikasi, respons perusahaan garmen sangat positif. Dua perusahaan langsung siap mengirim bantuan, sementara perusahaan lain menyusul.

Penyaluran pakaian dilakukan bertahap ke wilayah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Pemerintah menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan di lapangan.

Tito menambahkan, gelombang kedua bantuan dijadwalkan tiba pada 27–28 Desember 2025 dari sejumlah perusahaan tambahan.

Selain itu, pada Minggu (21/12/2025), Tito akan meninjau lokasi banjir di Sumatera Utara bersama Menteri PKP Maruarar Sirait.

Kunjungan ini sekaligus menandai groundbreaking pembangunan 2.600 rumah non-APBD di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut
Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang
BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 06:21 WIB

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Jumat, 11 September 2026 - 17:24 WIB

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Berita Terbaru