Bidik 31 Pihak Pemicu Lingkungan Rusak di Sumatera, Satgas PKH: Pidana Hingga Pulihkan Bencana

Senin, 15 Desember 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas PKH Febrie Adriansyah menyampaikan keterangan pers terkait penindakan 31 pihak pemicu banjir dan longsor di Sumatera di Kejaksaan Agung. (Posnews/Humas)

Ketua Satgas PKH Febrie Adriansyah menyampaikan keterangan pers terkait penindakan 31 pihak pemicu banjir dan longsor di Sumatera di Kejaksaan Agung. (Posnews/Humas)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Melihat kondisi hutan saat ini, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tancap gas. Negara mulai menghitung kerugian lingkungan akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Total 31 pihak terindikasi melanggar dan diduga kuat memicu bencana di Sumatera.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pelaksana Satgas PKH Febrie Adriansyah menegaskan, perhitungan kerugian ini jadi dasar menjerat pelaku.

“Kerugian lingkungan kami hitung untuk dimintai pertanggungjawaban,” ujar Febrie di Kejagung, Senin (15/12/2025).

Baca Juga :  BNPB Update Banjir Bandang dan Longsor Pulau Sumatera: 780 Meninggal, 564 Hilang

Tak main-main, Satgas PKH menyiapkan tiga langkah keras: pidana, evaluasi izin, dan tuntutan ganti rugi lingkungan. Pelaku juga wajib memulihkan dampak bencana.

Satgas PKH mengklaim seluruh peta pelanggaran sudah di tangan. Identitas, lokasi, hingga modus perusakan lingkungan telah terdata.

“Perusahaannya sudah kami petakan. Lokasi dan perbuatannya jelas,” tegas Febrie.

Penindakan tak hanya menyasar individu, tetapi juga korporasi. Perusahaan bakal dipidana dan disanksi administratif bila terbukti bersalah.

Baca Juga :  Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Masih di Posisi 118, Malaysia Naik ke 123 Dunia

Sementara itu, Dansatgas PKH Mayjen TNI Dody Triwinarno membeberkan sebaran pelanggaran. Aceh tercatat 9 perusahaan, Sumut ada 8 entitas, dan Sumbar sebanyak 14 perusahaan yang terkait langsung dengan DAS.

“Kalau terbukti menyebabkan bencana, semuanya kami proses pidana,” tegas Dody.

Negara memastikan tak ada ampun bagi perusak hutan yang menjerumuskan rakyat dalam bencana. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati
Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita
Petasan Sambut Ratusan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Hasilnya
Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Minggu, 1 November 2026 - 20:15 WIB

Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil

Minggu, 1 November 2026 - 19:38 WIB

Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Minggu, 1 November 2026 - 15:31 WIB

Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 13:46 WIB

Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB