Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

CEUTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Spanyol menghadapi krisis perbatasan terbesar di Ceuta.

Penyeberangan Massal dan Korban Jiwa

Otoritas Spanyol mengonfirmasi penemuan 57 jenazah korban.

Hantaman batu pemecah gelombang menewaskan para korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 50.000 migran menyeberang sejak Kamis pagi.

Gubernur Ceuta Juan Jesus Vivas mencatat 60.000 orang.

Namun Spanyol berhasil memulangkan 48.300 warga Jumat sore.

Sebagian besar migran memilih pulang secara sukarela.

Mereka menghadapi kelangkaan makanan dan tempat bernaung.

Baca Juga :  Fokus AS ke Asia: Ujian Relevansi bagi Eropa

Tindakan Tegas Polisi Maroko dan Spanyol

Polisi Maroko menembakkan gas air mata di Fnideq.

Petugas mengerahkan truk meriam air guna membubarkan massa.

Massa membakar satu bus dan tujuh mobil.

Sementara itu militer Spanyol menyiagakan kendaraan tempur.

Prajurit menjaga ketat seluruh area benteng perbatasan.

Perdana Menteri Pedro Sanchez mendatangi lokasi Ceuta Jumat.

Sanchez melabeli penyeberangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan.

Spanyol mempercepat proses pemulangan warga bersama Maroko.

Pembekuan Schengen Italia dan Reaksi Eropa

Krisis perbatasan ini memicu perpecahan diplomatik Eropa.

Italia membekukan aturan bebas paspor Schengen dengan Spanyol.

Keputusan Italia mengganggu jalur penerbangan dan pelayaran.

Baca Juga :  Euro vs Dolar: Mampukah Euro Gantikan Dominasi Dolar?

Spanyol menilai langkah Italia melanggar perjanjian Uni Eropa.

Spanyol memanggil Duta Besar Italia guna melayangkan protes.

Prancis turut melipatgandakan jumlah personel polisi perbatasan.

Prancis memperketat pengawasan udara dan jalur kereta api.

Kritik Donald Trump dan Isu Amnesti

Presiden AS Donald Trump mengecam penyeberangan massal tersebut.

Trump melabeli gelombang migran ini sebagai sebuah invasi.

Partai sayap kanan Eropa menyalahkan kebijakan pemerintah Spanyol.

Spanyol memberikan amnesti bagi ratusan ribu migran.

Menteri Italia Antonio Tajani menyebut amnesti memicu perdagangan manusia.

Namun Mahkamah Agung Spanyol melarang penolakan langsung migran laut.

Kini ribuan migran memilih bertahan di wilayah Fnideq.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB