Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permainan izin di jalur energi. Iran menerapkan

Permainan izin di jalur energi. Iran menerapkan "transit berbasis izin" di Selat Hormuz, memungkinkan kapal-kapal dari China, India, Turki, dan Pakistan melintas di tengah blokade total terhadap AS dan sekutunya. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Iran mulai menerapkan sistem “transit berbasis izin” di Selat Hormuz. Sistem ini menyaring kapal yang boleh melintasi urat nadi perdagangan dunia tersebut. Data pelacakan menunjukkan Teheran hanya memberi akses kepada negara sahabat atau pendukung.

Langkah ini merupakan evolusi dari blokade total sebelumnya. Blokade tersebut sempat melumpuhkan pengiriman seperlima minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Sejak perang pecah pada 28 Februari, Iran menghantam sejumlah kapal secara mematikan. Namun, kini mereka membuka celah terbatas bagi mitra strategis.

Jalur Khusus Larak–Qeshm: Rute Pesisir Iran

Firma intelijen maritim, Windward, merilis laporan analisis pada Selasa. Setidaknya lima kapal keluar dari Selat Hormuz melalui perairan Iran pada 15 dan 16 Maret. “Rute baru ini menunjukkan evolusi blokade selektif Iran,” tulis laporan tersebut. Iran kini menerapkan kendali transit berbasis izin di selat tersebut.

Baca Juga :  Australia Dakwa Pria Pelaku Bom Protes Invasion Day

Natasha Kaneva dari JPMorgan mengonfirmasi pergerakan ini. Sistem mendeteksi empat kapal melintasi Saluran Larak–Qeshm di dekat pantai Iran. Rute ini bukanlah jalur standar bagi kapal komersial besar. Militer Iran kemungkinan menggunakan rute ini untuk memverifikasi kepemilikan kapal dan kargo secara langsung. Hal ini memastikan kapal tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat atau sekutunya.

Pakistan, Turki, dan India Dapatkan Lampu Hijau

Kapal tanker berbendera Pakistan, Karachi, berhasil melintasi jalur tersebut. Situs MarineTraffic mencatat bahwa Karachi tetap mengaktifkan sistem transponder otomatisnya (AIS). Tindakan ini sangat berisiko bagi kapal lain. Biasanya, kapal mematikan radar untuk menghindari target serangan.

Selain itu, dua kapal tanker India pengangkut LPG telah mencapai pelabuhan tujuan. Pencapaian ini terjadi setelah pejabat kedua negara mengadakan pembicaraan diplomatik. Menteri Transportasi Turki, Abdulkadir Uraloglu, juga memberikan konfirmasi serupa. Satu kapal milik Turki menyeberangi selat berkat izin khusus dari pihak Iran.

Baca Juga :  PM Greenland Kecam AS: Sebut Washington Merendahkan

Energi untuk Asia dan Tekanan bagi Washington

Data pelacakan menunjukkan pergerakan minyak mentah menuju pasar Asia. China menjadi tujuan utama dan tetap mendapatkan pasokan stabil di tengah krisis. Hal ini memperkuat posisi China sebagai mitra energi utama Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Amerika Serikat terus mendesak sekutunya. Washington meminta bantuan perlindungan militer bagi kapal komersial di kawasan tersebut. Keberhasilan “blokade selektif” Iran memberikan tekanan psikologis baru. Negara-negara kini menghadapi pilihan sulit. Mereka harus bergabung dengan koalisi AS atau menempuh jalur diplomasi langsung dengan Teheran.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNESCO Laporkan Kerusakan Situs Warisan Dunia Akibat Perang Iran
Bareskrim Bongkar Sarang Narkoba White Rabbit Jakarta, Pelayan Hingga Bandar Dicokok
TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat
AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah
Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO
3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Mudik Lebaran, Rekayasa Lalin Digeber
Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan
Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:48 WIB

UNESCO Laporkan Kerusakan Situs Warisan Dunia Akibat Perang Iran

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:06 WIB

Bareskrim Bongkar Sarang Narkoba White Rabbit Jakarta, Pelayan Hingga Bandar Dicokok

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:23 WIB

TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:38 WIB

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:29 WIB

AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah

Berita Terbaru

Sejarah yang hancur. UNESCO menyatakan keprihatinan mendalam setelah serangan udara merusak Istana Golestan dan Masjid Jameh di Isfahan, mengancam warisan peradaban Persia yang tak ternilai. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

UNESCO Laporkan Kerusakan Situs Warisan Dunia Akibat Perang Iran

Rabu, 18 Mar 2026 - 16:48 WIB

Permainan izin di jalur energi. Iran menerapkan

INTERNASIONAL

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Mar 2026 - 14:38 WIB

Lampu hijau dari Washington. Amerika Serikat mendorong pemerintahan baru Suriah untuk mengirim pasukan ke Lebanon Timur guna melucuti Hezbollah, memicu dilema keamanan bagi Presiden Ahmed al-Sharaa di tengah eskalasi perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah

Rabu, 18 Mar 2026 - 12:29 WIB