BNN Gerebek Kampung Bahari, Bos Narkoba MR Ditangkap

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BNN dan Brimob menggerebek Kampung Bahari Jakarta Utara. (Posnews/BNN)

BNN dan Brimob menggerebek Kampung Bahari Jakarta Utara. (Posnews/BNN)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Suasana Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali memanas.

Aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama kepolisian melakukan operasi besar untuk memburu jaringan narkoba yang bercokol di kawasan tersebut.

Dalam operasi yang disebut berlangsung Kamis (13/8/2026) pagi itu, petugas memburu seorang pria berinisial MR yang diduga menjadi bos jaringan narkoba.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah melakukan pengintaian atau surveillance, aparat akhirnya menciduk MR ketika keluar dari tempat persembunyiannya.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan mengatakan MR ditangkap tidak jauh dari kawasan Kampung Bahari.

“MR, bos narkobanya kami tangkap saat keluar dari sarangnya, ditangkap di sekitar Kampung Bahari juga,” kata Roy.

Baru Ditangkap, Operasi Langsung Memanas

Penangkapan MR ternyata belum mengakhiri operasi. Petugas kemudian membawa pria tersebut masuk ke kawasan Kampung Bahari untuk mengembangkan informasi mengenai lokasi penyimpanan narkotika.

Baca Juga :  Skandal Napi Ngopi di Kendari, Pejabat Rutan Dicopot

Namun, situasi mendadak berubah tegang.

Sejumlah orang yang diduga loyalis jaringan MR melakukan perlawanan. Mereka menyerang aparat menggunakan batu, mercon, dan petasan.

“Mereka menembaki anggota dengan mercon. Kami kemudian memukul mundur mereka dan mengamankan situasi,” ujar Roy.

Serangan tersebut menyebabkan seorang anggota polisi dilaporkan terluka.

Aparat kemudian menggunakan gas air mata untuk membubarkan kelompok yang melakukan perlawanan.

Brimob Turun, Kampung Bahari Dikepung

Ketegangan membuat aparat memperkuat pengamanan. Personel BNN dan Brimob terlihat mengenakan rompi antipeluru, helm taktis, serta perlengkapan lengkap.

Sejumlah akses menuju kawasan Kampung Bahari juga ditutup sementara. Kendaraan yang hendak melintas diarahkan untuk berputar demi mencegah warga terjebak dalam situasi berbahaya.

Penggerebekan itu pun berlangsung bak pengejaran jaringan narkoba kelas berat.

Tiga Orang Diamankan

Dalam operasi tersebut, sedikitnya tiga orang terlihat diamankan petugas dalam kondisi tangan diborgol.

Para terduga pelaku kemudian dibawa ke Kantor BNN Jakarta Utara bersama barang bukti yang ditemukan untuk menjalani pemeriksaan.

Penyidik kini masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk hubungan mereka dengan MR serta dugaan jaringan narkotika yang beroperasi di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang

Kampung Bahari Jadi Sasaran Operasi

Kampung Bahari bukan kali pertama menjadi sasaran operasi pemberantasan narkoba. Dalam operasi BNN dan Brimob pada November 2025, aparat menangkap 18 orang dari dua lokasi di kawasan tersebut.

Saat itu, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti yang diduga terkait peredaran narkotika, termasuk sabu, ekstasi, ganja, alat hisap, timbangan, uang tunai, dan telepon seluler.

Operasi tersebut juga mendapat perlawanan dari kelompok yang berada dalam lingkaran jaringan narkoba.

Aparat akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan membawa para terduga pelaku beserta barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kini, penggerebekan terbaru kembali menempatkan Kampung Bahari dalam radar pemberantasan narkoba.

BNN masih mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas, termasuk sumber barang haram dan pihak lain yang diduga terlibat.

Aparat memastikan operasi pemberantasan narkoba tidak berhenti pada penangkapan di lapangan. Jaringan di balik peredaran narkotika akan terus diburu hingga ke akar-akarnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak
Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg
Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik
Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:17 WIB

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak

Senin, 14 September 2026 - 18:27 WIB

Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg

Senin, 14 September 2026 - 15:08 WIB

Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik

Senin, 14 September 2026 - 09:20 WIB

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Berita Terbaru

Serangan terhadap jalur pipa minyak Arab Saudi dan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak di atas $100 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:24 WIB

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB