BNN Ubah Petani Ganja Jadi Petani Kopi, Putus Rantai Narkoba dari Hulu

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan program GDAD yang mengubah petani ganja menjadi petani kopi di wilayah rawan narkoba. (Posnews/Humas BNN)

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan program GDAD yang mengubah petani ganja menjadi petani kopi di wilayah rawan narkoba. (Posnews/Humas BNN)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI tidak hanya memburu bandar dan menyita narkotika. Lembaga itu juga berupaya memutus rantai narkoba dari sumber masalahnya.

Salah satu caranya dengan mengubah mata pencaharian masyarakat di daerah rawan kultivasi ganja. Petani ganja didorong beralih menjadi petani kopi melalui program Grand Design Alternative Development (GDAD).

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan program tersebut saat menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“BNN terus berupaya memutus akar sosial ekonomi yang membuat sebagian masyarakat masuk dalam lingkaran kerawanan narkotika,” kata Suyudi.

BNN Tak Cukup Musnahkan Tanaman Ganja

Menurut Suyudi, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada pemusnahan tanaman ilegal. Pemerintah juga harus menghadirkan pilihan hidup yang legal dan menghasilkan bagi masyarakat.

Karena itu, BNN menjalankan program GDAD untuk mengubah pola pikir masyarakat sekaligus membuka sumber penghasilan baru.

“Pendekatan kami tidak berhenti pada pemusnahan tanaman ganja. Kami melanjutkannya dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komoditas lain yang legal dan produktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Mendikdasmen Tegaskan TKA Bukan Syarat Wajib Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Program tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah rawan kultivasi ganja, termasuk Kabupaten Gayo Lues, Aceh. BNN mengembangkan kopi sebagai komoditas alternatif yang memiliki nilai ekonomi.

Program GDAD Dorong Ekonomi Masyarakat

Peralihan dari ganja ke kopi tidak hanya berdampak pada upaya pencegahan narkoba. Program tersebut juga mendorong ekonomi masyarakat dan berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BNN mencatat program alternative development di Gayo Lues terus berkembang. Pada 2025, Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar menjual 250 ton green bean kualitas ekspor dengan nilai mencapai Rp33,75 miliar.

Selain itu, program tersebut juga berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal.

“Melalui program GDAD, BNN berhasil mengubah mindset masyarakat dari petani ganja menjadi petani kopi yang hasilnya memiliki nilai ekonomi,” kata Suyudi.

50 Petani Ikuti Pelatihan Kopi

Upaya tersebut terus diperkuat. Pada awal Juli 2026, BNN Kabupaten Gayo Lues menggelar pelatihan bagi 50 petani kopi binaan dan mantan petani ganja.

Pelatihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan petani sekaligus memperkuat pengembangan kopi Arabika Gayo sebagai komoditas legal yang berdaya saing.

Baca Juga :  Prabowo Mengaku Tahu Aktor Demo Berbayar, Singgung Peserta Dibayar Rp200 Ribu

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya meninggalkan tanaman ilegal. Mereka juga memiliki keterampilan dan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

BNN Ingin Berantas Narkoba dari Hulu

Suyudi menegaskan keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak boleh hanya diukur dari luas tanaman ganja yang dimusnahkan.

Menurutnya, hasil yang lebih penting ialah mencegah masyarakat menanam tanaman ilegal sejak awal.

“Kita tidak sekadar mengedepankan pemberantasan dengan hasil. Kami akan merasa lebih mulia apabila bisa mencegah dari hulunya,” tegas Suyudi.

Karena itu, BNN terus menggabungkan penegakan hukum dengan pendekatan sosial dan ekonomi.

Langkah tersebut dinilai penting karena masyarakat membutuhkan pilihan mata pencaharian yang legal, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, BNN mencatat telah menyita lebih dari 12,3 ton narkotika sepanjang Oktober 2024 hingga Juli 2026.

Pengungkapan tersebut diperkirakan menyelamatkan 48,3 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Dengan pendekatan yang menyentuh akar persoalan, BNN berharap program GDAD dapat terus memperluas dampak positifnya.

Masyarakat membangun masa depan dengan beralih dari ladang ganja ke kebun kopi yang menghasilkan manfaat ekonomi bagi keluarga dan daerah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KemenHAM RI Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Semua Pihak Diminta Tahan Diri
Kasus Whip Pink Bergulir, Bareskrim Tahan Dua Bos Pabrik Gas N2O
Ancaman Narkoba Baru Mengintai, Prabowo Buka Opsi Pelarangan Total Vape
Suyudi Ario Seto: Generasi Sehat Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045
Mediasi Polri dan Kemnaker Berhasil, 134 Mantan Pekerja Terima Pesangon
Polemik Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Belum Berakhir
Prabowo Tetapkan Driver Ojol Terima 92 Persen, Aplikator Diminta Patuh
Prabowo Perintahkan Pemerintah Dukung Penuh BNN Berantas Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:11 WIB

BNN Ubah Petani Ganja Jadi Petani Kopi, Putus Rantai Narkoba dari Hulu

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:43 WIB

KemenHAM RI Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Semua Pihak Diminta Tahan Diri

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:17 WIB

Kasus Whip Pink Bergulir, Bareskrim Tahan Dua Bos Pabrik Gas N2O

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:23 WIB

Ancaman Narkoba Baru Mengintai, Prabowo Buka Opsi Pelarangan Total Vape

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:06 WIB

Suyudi Ario Seto: Generasi Sehat Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Langkah baru dunia balap simulasi. Pengembang iRacing resmi mengumumkan tanggal rilis game NASCAR 26 yang membawa fitur lintasan dinamis dan sistem gugur AI DNF. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iRacing Resmi Umumkan Tanggal Rilis Game Balap NASCAR 26

Jumat, 24 Jul 2026 - 09:07 WIB

Peluang baru game olahraga fantasi. Slitherine mengambil alih lisensi Warhammer Blood Bowl dan menjanjikan pembaruan gratis bagi pemilik Blood Bowl 3. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Slitherine Resmi Umumkan Peluncuran Warhammer Blood Bowl

Jumat, 24 Jul 2026 - 08:00 WIB