POSNEWS.CO.ID, SEOUL – Rumor chipset Galaxy S27 Ultra kembali berbelok pada 6 November 2026. Laporan terbaru menyebut Samsung tetap memakai Snapdragon di Korea Selatan. Samsung sendiri belum mengonfirmasi satu pun bocoran tersebut.
Karena itu, pembaca perlu memperlakukan informasi ini sebagai rumor. Meskipun demikian, arah pembicaraan ini layak mendapat perhatian.
Samsung akan meluncurkan seri Galaxy S27 pada 2027.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumor Exynos 2700 untuk Galaxy S27 Ultra Bermula pada September
Media Korea Money Today memicu rumor itu pada awal September. Laporan tersebut menyebut Samsung berencana merilis varian Ultra dengan Exynos 2700 di beberapa pasar. Sementara itu, pembeli di Amerika Serikat kemungkinan tetap mendapat Snapdragon.
Sumber rumor juga mengklaim Exynos 2700 mengungguli Snapdragon dalam uji internal Samsung. Jika benar, Ultra akan memakai Exynos untuk pertama kali sejak Galaxy S22 Ultra pada 2022.
Pada September, GSMArena menulis bahwa Ultra akan mengikuti pola pembagian wilayah seperti model S27 lain. Unit untuk Amerika Serikat memakai Snapdragon, sedangkan Korea dan Eropa memakai Exynos.
Qualcomm Bantah Isu Pemanasan Snapdragon
Pada pertengahan Oktober, muncul klaim bahwa masalah panas membuat Samsung mempertimbangkan Exynos. Namun, eksekutif Qualcomm Don McGuire menyebut rumor pemanasan itu sama sekali tidak akurat. Selanjutnya, pembocor Ice Universe menyatakan belum melihat tanda Ultra berchip Exynos di Eropa.
Meskipun demikian, ia menilai situasi di Korea Selatan masih belum jelas.
Qualcomm menanggapi isu itu secara terbuka lewat pernyataan resmi. Sementara itu, survei pembaca PhoneArena menunjukkan sebagian besar responden lebih memilih Snapdragon untuk Ultra.
Peta Chipset Galaxy S27 Masih Bergeser
Rumor yang beredar menyebut Galaxy S27, S27+, dan S27 Pro memakai campuran Snapdragon dan Exynos. Exynos 2700 memakai proses 2 nanometer SF2P milik Samsung. Menurut bocoran, proses itu menghemat daya 26 persen dan menaikkan kecepatan clock 15 persen.
Sebaliknya, rumor terbaru menyebut Korea tetap memakai Snapdragon pada seri Pro dan Ultra. Dengan demikian, rencana final Samsung baru jelas saat peluncuran resmi. Oleh karena itu, pembaca sebaiknya menunggu pengumuman Samsung sebelum merencanakan pembelian.
Selain chipset, desain kamera baru Ultra juga memicu perdebatan di kalangan penggemar.
Pada 30 Oktober, Ice Universe kembali menegaskan bahwa Snapdragon tampak dominan di Eropa.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













