POSNEWS.CO.ID, TAIPEI – Foxconn menargetkan separuh pasar server kecerdasan buatan global. Ketua Foxconn Young Liu menyampaikan target itu dalam wawancara dengan CNBC. Saat ini, perusahaan asal Taiwan tersebut menguasai sekitar 40 persen pasar.
Liu optimistis pangsa itu bisa naik hingga 50 persen. Permintaan komputasi AI yang terus melonjak menjadi pendorong utamanya.
Pangsa Pasar Naik ke 45 Persen pada 2027
Liu memproyeksikan pangsa Foxconn mencapai sekitar 45 persen pada tahun depan. Setelah itu, perusahaan membidik angka 50 persen. Proyeksi tersebut tidak mencakup perangkat edge AI yang memproses data langsung di perangkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, kapasitas produksi Foxconn sudah penuh untuk minimal 18 bulan ke depan. Permintaan dari pengembang AI dan penyedia layanan cloud mendorong pesanan itu.
Foxconn sudah memproduksi server untuk raksasa cloud sejak sekitar 2009. Selain itu, perusahaan ini kini menjadi produsen server AI terbesar untuk Nvidia.
Foxconn mulai membuat desain referensi kartu grafis Nvidia pada 2002. Dengan demikian, sejarah panjang itu menempatkan perusahaan pada posisi kuat saat permintaan AI meledak.
Foxconn Perluas Produksi di Amerika Serikat
Foxconn juga ingin memperbesar operasi manufaktur di Amerika Serikat. Perusahaan akan mengambil lebih banyak pekerjaan di hulu rantai pasok. Rak server AI dan peralatan pusat data masuk daftar prioritas.
Selain itu, Foxconn berencana menggelontorkan 3 hingga 5 miliar dolar AS setiap tahun untuk bisnis AI. Liu menilai volume produksi yang lebih besar bisa menekan biaya jangka panjang. Namun, tujuan itu menuntut investasi berkelanjutan.
Pada November 2025, Foxconn dan OpenAI sepakat merancang serta memproduksi komponen pusat data AI di Amerika Serikat. Kemudian, Foxconn menyatakan rencana memperluas kerja sama itu.
Risiko Kelebihan Investasi Masih Mengintai
Foxconn menilai infrastruktur AI bisa menyumbang 65 persen pendapatannya dalam lima tahun. Meskipun demikian, kekhawatiran soal investasi berlebihan di sektor komputasi tetap ada. Foxconn memperkirakan pelanggan lain akan menutup penurunan pesanan dari satu pelanggan.
Sebagai produsen server terbesar untuk Nvidia, Foxconn bergantung pada belanja segelintir raksasa teknologi. Liu juga menepis kekhawatiran soal gelembung AI. Dengan demikian, pasar menunggu apakah target 45 persen benar-benar tercapai.
Menurut Nikkei Asia, Liu juga memperkirakan penjualan tumbuh dua digit pada 2027.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













