Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah tegas pemerintah Brasil. Kementerian Luar Negeri Brasil menolak permohonan visa dua pejabat Departemen Luar Negeri AS di tengah tuduhan intervensi pemilu dan perang tarif. Dok: Istimewa.

Langkah tegas pemerintah Brasil. Kementerian Luar Negeri Brasil menolak permohonan visa dua pejabat Departemen Luar Negeri AS di tengah tuduhan intervensi pemilu dan perang tarif. Dok: Istimewa.

BRASILIA, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara Brasil dan Amerika Serikat kembali menghadapi krisis tajam minggu ini.

Penolakan Visa Dua Pejabat Luar Negeri AS

Kementerian Luar Negeri Brasil menolak pengajuan visa dua pejabat tinggi Amerika Serikat.

Kedua pejabat tersebut adalah Asisten Menteri Riley M Barnes dan Wakil Asisten Samuel Samson.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mengajukan permohonan visa perjalanan pada tanggal 20 Juli lalu.

Pemerintah Brasil mengambil keputusan penolakan resmi pada hari Jumat.

Laporan media The Washington Post membocorkan motif di balik penolakan tegas tersebut.

Pemerintah Brasil menilai kehadiran kedua diplomat AS bertujuan memicu keraguan publik.

Mereka mengkhawatirkan ancaman manipulasi terhadap proses pemilu presiden Brasil pada Oktober mendatang.

Rivalitas Politik Lula da Silva dan Dinasti Bolsonaro

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva bersiap maju dalam pemilu presiden mendatang.

Baca Juga :  AS Investasi $50 Juta di Afrika guna Patahkan Dominasi Tiongkok

Lula akan bertarung melawan Senator Flavio Bolsonaro pada panggung politik nasional.

Flavio Bolsonaro mengantongi hubungan politik yang sangat erat dengan pemerintahan Donald Trump.

Flavio dan saudaranya Eduardo mendatangi Washington guna menemui Donald Trump pada Mei lalu.

Sesaat setelah pertemuan tersebut, pemerintahan Trump menetapkan dua kartel Brasil sebagai organisasi teroris.

Pemerintah AS mengincar kelompok First Command Capital dan Red Command.

Namun Presiden Lula menolak keras keputusan sepihak Amerika Serikat tersebut.

Perang Tarif dan Tuduhan Kampanye Sepiha

Ketegangan kedua negara juga meluas ke sektor perdagangan komoditas.

Pemerintahan Donald Trump memberlakukan kenaikan tarif impor hingga 37,5 persen bagi Brasil.

Kebijakan tarif tinggi tersebut resmi berlaku sejak hari Jumat lalu.

AS menuduh Brasil menjalankan praktik persaingan dagang yang tidak sehat.

Washington juga mengkritik kelalaian Brasil dalam memberantas praktik kerja paksa.

Baca Juga :  Raja Charles III Batal Menetap pada Istana Buckingham

Namun kabinet Presiden Lula menolak seluruh tuduhan Amerika Serikat tersebut.

Lula menilai sanksi ekonomi tersebut merupakan upaya AS memenangkan Flavio Bolsonaro.

Klarifikasi Departemen Luar Negeri AS dan Rekam Jejak Voting

Departemen Luar Negeri AS memberikan tanggapan resmi mengenai pembatalan kunjungan tersebut.

Juru bicara AS menegaskan bahwa delegasi berniat mendatangi Brasilia pada 27 hingga 30 Juli.

Mereka merancang agenda pertemuan bersama pejabat pemerintah dan tokoh agama lokal.

AS memfokuskan pembahasan pada isu integritas pemilu dan kebebasan beragama.

Pemerintah AS melabeli tuduhan manipulasi pemilu sebagai kebohongan tanpa dasar.

Sementara itu, mantan Presiden Jair Bolsonaro sedang menjalani masa hukuman 27 tahun.

Pengadilan menjatuhkan sanksi tahanan rumah akibat tuduhan percobaan kudeta negara.

Jair Bolsonaro berulang kali menyerang keandalan sistem pemungutan suara elektronik Brasil.

Flavio Bolsonaro sempat mengulang tuduhan kecurangan sistem voting tersebut dalam kampanye.

Namun Flavio memilih menghindari isu sensitif tersebut saat deklarasi calon presiden di Sao Paulo.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:24 WIB

Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun

Berita Terbaru

Langkah tegas Presiden Senegal. Bassirou Diomaye Faye meresmikan partai baru bernama Kiiraay di tengah perselisihan politik bersama Ousmane Sonko. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:30 WIB

Langkah tegas pemerintah Brasil. Kementerian Luar Negeri Brasil menolak permohonan visa dua pejabat Departemen Luar Negeri AS di tengah tuduhan intervensi pemilu dan perang tarif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:00 WIB

Pemandangan langka di perairan Afrika Selatan. Penemuan kawanan raksasa 299 paus bungkuk membuktikan keberhasilan moratorium perburuan mamalia laut global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:30 WIB

Aksi nekat mengguncang Seattle. Dua pria misterius melompati pagar kaca Space Needle berketinggian 184 meter demi meluncurkan aksi terjun payung. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:00 WIB