MINNEAPOLIS/WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Gedung Putih bergerak cepat melakukan pengendalian kerusakan (damage control) di Minneapolis. Laporan media lokal pada hari Senin (26/1) memastikan bahwa Kepala Patroli Perbatasan AS, Gregory Bovino, beserta sejumlah agennya akan meninggalkan kota tersebut pada hari Selasa.
Kepergian mendadak ini terjadi di tengah badai kritik pasca-penembakan fatal terhadap Alex Pretti, seorang warga negara AS, oleh agen federal pada akhir pekan lalu.
Langkah ini menandai pergeseran strategi yang signifikan. Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Senin bahwa ia mengirim Tom Homan, yang dikenal sebagai “Tsar Perbatasan” Gedung Putih, ke Minnesota. Homan akan mengambil alih komando operasi Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) secara langsung di lapangan.
Frustrasi Akibat Narasi “Pembantaian”
Sumber CNN mengungkapkan bahwa pejabat administrasi merasa “sangat frustrasi” selama akhir pekan. Mereka kecewa dengan cara Bovino dan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menangani dampak penembakan tersebut.
Bovino, yang sebelumnya menjadi wajah operasi penegakan imigrasi Trump di Minnesota, justru memperkeruh suasana. Ia mengklaim tanpa bukti kuat bahwa Pretti bermaksud melakukan “pembantaian” (massacre) terhadap agen federal.
Situasi makin runyam ketika Sekretaris Noem melabeli Pretti sebagai “teroris domestik”. Noem menuduh Pretti mengacungkan senjata api miliknya yang legal. Namun, bukti video yang beredar tidak mendukung klaim agresif tersebut, sehingga memicu kemarahan publik dan rasa malu bagi pemerintah pusat.
Pergeseran Komando
Fox News mengutip berbagai sumber federal yang menyatakan bahwa Bovino dan sejumlah agen Patroli Perbatasan yang tidak disebutkan jumlahnya akan meninggalkan negara bagian itu secepatnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mencoba menengahi situasi pada hari Senin. Ia menegaskan bahwa Bovino “akan sangat terus memimpin Bea Cukai dan Patroli Perbatasan di seluruh negeri.”
Namun, untuk urusan panas di Minneapolis, wewenang kini berpindah tangan.
“Homan akan menjadi titik kontak utama di lapangan di Minneapolis untuk menindaklanjuti,” tegas Leavitt.
Kedatangan Tom Homan, sosok veteran garis keras dalam isu imigrasi, menandakan bahwa meskipun Washington menarik personel yang “bermasalah” secara PR, mereka tidak mengendurkan cengkeraman penegakan hukum di wilayah yang kini menjadi titik api konflik sipil tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















