Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Dicokok KPK, Uang Tunai dan Emas Batangan Disita

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap lima orang melalui operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (10/12/2025).

Dalam operasi senyap itu, penyidik menyita uang tunai dan emas batangan sebagai barang bukti. Salah satu yang ditangkap ialah Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa penyidik tidak hanya mencokok lima orang, melainkan juga mengambil barang bukti bernilai besar.

Baca Juga :  Ledakan Dahsyat di SMAN 72 Jakarta, Pemprov DKI Tanggung Penuh Biaya Korban

β€œTim mengamankan lima orang beserta barang bukti berupa rupiah dan logam mulia berbentuk emas,” ujar Budi, Kamis (11/12/2025).

Selain itu, Budi belum membeberkan jumlah uang dan berat emas yang disita. Ia memastikan KPK akan mengungkap rincian barang bukti itu dalam rilis resmi.

β€œKami akan menunjukkan barang bukti dalam kegiatan tertangkap tangan ini,” tegasnya.

KPK Tetapkan Status Hukum Para Tersangka

Budi menjelaskan bahwa mereka yang diciduk berasal dari unsur penyelenggara negara dan swasta, sedangkan KPK langsung menetapkan status hukum terhadap para terduga pelaku.

Baca Juga :  KPK Catat 5.020 Laporan Gratifikasi 2025, Nilainya Tembus Rp16,4 Miliar

β€œDalam 1×24 jam, KPK sudah menetapkan status hukum terhadap pihak-pihak yang diamankan kemarin,” katanya.

Sebelumnya, operasi ini dimulai dari pemeriksaan sejumlah orang di Jakarta dan Lampung pada Selasa (9/12). Setelah itu, KPK menggulung para terduga pelaku.

Terakhir, salah satu nama yang terseret ialah Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, yang sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing
Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat
Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan
Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan
98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Rp9 Miliar Ditemukan di Kasus Pabrik Tramadol Ilegal, Siapa Pemiliknya?
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sidang Kabinet di Halaman Istana
Rp250 Juta Diserahkan PCNU Nias, KPK Telusuri Dugaan Kaitan Muktamar NU

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:29 WIB

11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

Pulsar meluncurkan mouse gaming wireless eS Xlite hasil kolaborasi bersama VAXEE. Simak spesifikasi sensor XS-2, polling rate 8K, dan harga resminya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pulsar Dan VAXEE Meluncurkan Mouse Gaming Ergonomis

Kamis, 22 Okt 2026 - 07:31 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai klaim kandungan gizi.

NASIONAL

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:38 WIB