DAR ES SALAAM, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik yang telah terjalin selama enam dekade antara China dan Tanzania kini memasuki babak baru yang lebih pragmatis. Pada hari Sabtu, kedua negara merilis komunike pers bersama yang menandai komitmen kuat untuk mensinergikan strategi pembangunan nasional mereka.
Kesepakatan ini lahir setelah pertemuan intensif antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Tanzania Mahmoud Thabit Kombo di Dar es Salaam. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk tidak hanya bernostalgia tentang sejarah, tetapi juga mengeksekusi konsensus strategis yang telah dicapai oleh kepala negara masing-masing.
Menghidupkan Kembali Urat Nadi Ekonomi
Poin paling krusial dalam komunike tersebut adalah “lampu hijau” bagi proyek revitalisasi Kereta Api TAZARA (Tanzania-Zambia Railway). Sebagai langkah nyata, kedua pihak menyambut baik dimulainya proyek peremajaan jalur legendaris yang dibangun China pada tahun 1970-an ini.
Pemerintah China dan Tanzania bahkan sedang menjajaki kemungkinan menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi “Sabuk Kemakmuran Kereta Api TAZARA” dalam waktu dekat. Tujuannya jelas: mengubah jalur transportasi bersejarah ini menjadi koridor ekonomi modern yang dinamis.
Dukungan Politik Tanpa Syarat
Di ranah politik, Tanzania menegaskan kembali posisi tegak lurusnya. Dar es Salaam menyatakan dukungan yang tak tergoyahkan terhadap prinsip Satu China.
“Tanzania menegaskan kembali posisinya yang konsisten bahwa hanya ada satu China di dunia,” bunyi komunike tersebut. Lebih lanjut, mereka menekankan penghormatan terhadap persatuan nasional China dan menolak segala bentuk separatisme.
Sebagai balasan, China menyatakan kepercayaan penuhnya kepada kepemimpinan dan institusi Tanzania untuk mengelola urusan dalam negerinya secara mandiri, tanpa campur tangan asing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investasi dan Pertukaran Budaya
Sinergi ini juga merambah sektor bisnis. Kedua negara berkomitmen untuk memperluas investasi dan perdagangan dua arah, serta menciptakan iklim bisnis yang adil. Selain itu, mereka sepakat untuk bersama-sama menyelenggarakan kegiatan terkait “Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat China-Afrika 2026”.
Kerja sama ini akan mencakup bidang budaya, pariwisata, kesehatan masyarakat, hingga media. Harapannya, inisiatif ini akan memperkokoh fondasi dukungan publik bagi persahabatan China-Tanzania yang telah bertahan melintasi zaman.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















