China, Thailand, dan Kamboja Sepakati 5 Poin Kunci Perdamaian dan Stabilitas Regional

Selasa, 30 Desember 2025 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dunia bersatu lawan penipuan online! 60 negara kumpul di Bangkok, bahas strategi hancurkan sindikat lintas negara dan lindungi korban perdagangan manusia. Dok: Xinhua.

Dunia bersatu lawan penipuan online! 60 negara kumpul di Bangkok, bahas strategi hancurkan sindikat lintas negara dan lindungi korban perdagangan manusia. Dok: Xinhua.

YUNNAN, POSNEWS.CO.ID – Upaya perdamaian di Asia Tenggara mencapai tonggak sejarah baru. Pejabat tinggi dari China, Kamboja, dan Thailand berkumpul di tepi Danau Fuxian, Kota Yuxi, Provinsi Yunnan, pada 28-29 Desember 2025.

Pertemuan trilateral ini menghasilkan rilis pers penting yang menegaskan komitmen bersama untuk mengakhiri konflik perbatasan. China menyambut baik Pernyataan Bersama Komite Perbatasan Umum (GBC) Khusus ke-3 yang telah ditandatangani Thailand dan Kamboja sebelumnya.

Ketiga pihak sepakat bahwa dialog adalah jalan terbaik. Oleh karena itu, mereka merumuskan lima poin hasil kunci untuk menjaga stabilitas regional dan memulihkan kepercayaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Prioritas Mutlak: Gencatan Senjata Permanen

Poin pertama dan terpenting adalah konsolidasi gencatan senjata. China mendukung penuh komitmen Thailand dan Kamboja untuk memastikan penghentian permusuhan yang komprehensif dan abadi.

Secara konkret, ketiga pihak mendukung kerja Komisi Batas Bersama (Joint Boundary Commission). Selain itu, Beijing siap memberikan dukungan materiil. China akan membantu pembersihan ranjau kemanusiaan dan memfasilitasi Tim Pengamat ASEAN (ASEAN Observer Team/AOT) agar dapat bekerja efektif di lapangan.

Baca Juga :  Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

“Militer China akan menjaga kontak dengan militer Kamboja dan Thailand untuk memberikan dukungan konsolidasi gencatan senjata jika diperlukan,” bunyi rilis tersebut.

2. Pulihkan Kehidupan Warga Perbatasan

Langkah kedua berfokus pada aspek kemanusiaan. Konflik telah memutus urat nadi kehidupan warga di perbatasan. Maka, ketiga negara sepakat untuk segera memulihkan pertukaran normal di segala level.

China menyambut baik upaya pemulihan kerja sama demi mengembalikan mata pencaharian para pengungsi. Bahkan, Beijing berjanji untuk segera menyalurkan bantuan kemanusiaan guna memenuhi kebutuhan hidup warga yang terdampak di zona konflik.

3. Bangun Kembali Kepercayaan Politik

Ketegangan diplomatik perlahan mulai mencair. Kamboja dan Thailand berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan politik timbal balik.

Mereka akan mengaktifkan kembali saluran diplomatik dan mempromosikan kontak langsung antar-Menteri Luar Negeri. Sebagai langkah nyata, kedua negara sepakat menciptakan suasana kondusif bagi Pertemuan Pemimpin Kerja Sama Lancang-Mekong ke-5 yang akan digelar di Thailand pada waktu yang tepat.

Baca Juga :  Gempa Guncang Venezuela, 188 Warga Tewas

4. Normalisasi Hubungan Bertahap

Tujuan jangka panjangnya adalah perbaikan hubungan bilateral secara menyeluruh. China mendorong kedua tetangga tersebut untuk menciptakan kondisi bagi pemulihan hubungan diplomatik normal secara bertahap (step by step).

Jika diperlukan, China menyatakan kesediaannya untuk kembali menyediakan platform komunikasi yang lebih komprehensif bagi kedua belah pihak.

5. Perang Lawan “Scammer” Lintas Batas

Poin terakhir menyentuh isu keamanan non-tradisional. Ketiga negara menyadari tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas regional sesuai Piagam PBB dan Piagam ASEAN.

Menariknya, mereka sepakat mengambil tindakan lebih efektif untuk memerangi kejahatan lintas batas. Fokus utamanya adalah memberantas penipuan telekomunikasi dan online scam yang marak terjadi di kawasan tersebut, demi melindungi nyawa dan harta benda rakyat.

Pada akhirnya, Kamboja dan Thailand mengapresiasi dukungan kuat China. Semangat “Hasil Anning” (Anning Outcome) menjadi landasan bagi peran konstruktif Beijing dalam memfasilitasi perdamaian abadi dengan “Cara Asia”.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB