Cuaca Ekstrem Nasional, Jabodetabek Diguyur Hujan Lebat Sepekan ke Depan

Senin, 12 Januari 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Jabodetabek akibat cuaca ekstrem menurut peringatan BMKG, Senin (12/1/2026). (Posnews/Ist)

Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Jabodetabek akibat cuaca ekstrem menurut peringatan BMKG, Senin (12/1/2026). (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hujan lebat disertai angin kencang menggila dan melanda wilayah Jabodetabek. Tak berhenti di situ, cuaca ekstrem ini juga menyapu luas Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, memicu kewaspadaan nasional terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

BMKG mencatat, dalam 24 jam terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat mengguyur Jabodetabek dan meluas ke Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Hujan lebat hingga sangat lebat terjadi secara meluas dan signifikan di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, Senin (12/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hujan Ekstrem Tembus 100 Mm, Jawa Barat Tertinggi

BMKG mencatat, hujan kategori sangat lebat atau lebih dari 100 milimeter per hari terjadi di sejumlah daerah. Jawa Barat mencatat curah hujan tertinggi 129 mm, disusul Nusa Tenggara Timur 126 mm, dan Bali 120 mm.

Baca Juga :  Buronan TPPO Rohingya Dibekuk di Turki, HS Aktor Penyelundupan Aceh–Bangladesh

Selanjutnya, BMKG menegaskan cuaca ekstrem ini bukan terjadi secara kebetulan. Kombinasi dinamika atmosfer regional saling menguatkan dan memicu hujan deras berkepanjangan.

Angin Kencang hingga Tekanan Rendah Jadi Pemicu

Ida menjelaskan, peningkatan kecepatan angin dari Laut China Selatan yang bergerak ke selatan melalui Selat Karimata hingga Pulau Jawa memperkuat daerah konvergensi.

Kondisi ini mendorong pertumbuhan awan hujan intensif di Jawa, Bali, hingga NTB.

Selain itu, keberadaan daerah tekanan rendah di timur Australia ikut mengubah pola sirkulasi angin regional. Akibatnya, aliran udara di selatan Indonesia semakin melambat dan terkonsentrasi.

“Kondisi ini memperkuat proses naiknya udara secara intensif dan berkelanjutan, sehingga potensi hujan lebat meningkat tajam,” tegas Ida.

Waspada! Hujan Deras Bertahan Sepekan

BMKG memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat masih akan berlangsung selama sepekan ke depan, yakni 12–18 Januari 2026. Selain Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, potensi hujan ekstrem juga mengancam wilayah Sulawesi hingga Papua.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan Guyur Hampir Semua Wilayah, Warga Diminta Siaga

Wilayah yang masuk zona waspada antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Utara, hingga Papua Pegunungan.

BMKG Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor

Seiring kondisi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gangguan transportasi darat, laut, dan udara.

Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati merencanakan aktivitas, terutama perjalanan jauh dan kegiatan luar ruang.

BMKG menegaskan, puncak musim hujan secara umum masih terjadi pada Januari–Februari 2026. Di Jawa, Sulawesi, serta Maluku–Papua, puncak hujan bahkan datang lebih awal, sementara di Sumatera dan Bali cenderung mundur dari normalnya.

Cuaca ekstrem masih mengintai. Warga diminta tetap siaga dan memantau informasi resmi BMKG demi keselamatan bersama.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat
Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik
Prakiraan Cuaca 16 Juni 2026, Jakarta Berawan Seharian, Hujan Intai Bogor
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama
Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak
Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:42 WIB

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:03 WIB

Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:49 WIB

Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 15:32 WIB

Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama

Berita Terbaru

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Selasa, 16 Jun 2026 - 08:42 WIB