Dedi Mulyadi Murka, Janjikan Rp250 Juta untuk Informasi Keberadaan Buronan TH

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
(Posnews/NET)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Posnews/NET)

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan brutal terhadap seorang perempuan berinisial YTT di Bandung, Jawa Barat, terus menyita perhatian publik.

Setelah korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan usai dilaporkan hilang selama sekitar tiga tahun, kemarahan masyarakat pun semakin memuncak.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahkan turun langsung menyoroti kasus tersebut. Ia mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang dialami korban dan meminta pelaku yang diketahui bernama Taufik Hidayat (TH) segera ditangkap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya menyampaikan kecaman, Dedi juga membuka sayembara dengan hadiah fantastis sebesar Rp250 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi valid yang membantu aparat menemukan keberadaan buronan tersebut.

Korban Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Kasus ini mengejutkan warga Jawa Barat setelah YTT ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga mengalami penyiksaan berkepanjangan hingga menderita luka berat di sejumlah bagian tubuh.

Bahkan, kondisi korban dilaporkan mengalami gangguan serius yang membuatnya kesulitan melihat dan berbicara.

Baca Juga :  Prabowo Murka, Ibu Hamil dan Bayinya Tewas Ditolak 4 RS di Papua - Presiden Minta Audit Total

Temuan tersebut memicu gelombang keprihatinan sekaligus kemarahan publik. Banyak pihak mendesak agar pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Dedi Mulyadi: Saya Sangat Marah

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menyampaikan kemarahannya terhadap pelaku.

Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap perempuan tidak bisa ditoleransi dan harus ditindak tegas.

“Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini, bernama Taufik Hidayat yang sekarang jadi buronan dan saya meyakini bahwa Tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya,” ujar Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @dedimulyadi71.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons luas dari masyarakat yang turut mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Hadiah Rp250 Juta untuk Informasi yang Membantu Penangkapan

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum, Dedi Mulyadi menawarkan hadiah uang tunai Rp250 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat mengenai keberadaan buronan tersebut.

Menurut Dedi, hadiah itu merupakan bentuk partisipasi pribadinya agar pelaku segera ditemukan dan ditangkap.

“Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta sebagai bentuk partisipasi saya agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan segera ditangkap,” tegasnya.

Baca Juga :  Kurban Istiqlal 2026: 78 Hewan Disembelih, Daging Capai 10 Ton

Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk dorongan agar proses pencarian dapat berjalan lebih cepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Polisi Terus Memburu Pelaku

Di akhir video, Dedi Mulyadi juga menampilkan foto Taufik Hidayat yang saat ini masih berstatus buronan.

Ia mengajak masyarakat untuk membantu aparat kepolisian dengan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, aparat kepolisian terus melakukan pengejaran dan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus yang menghebohkan Jawa Barat tersebut.

Masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku.

Sebaliknya, warga diminta segera melaporkan informasi tersebut kepada pihak kepolisian agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini juga menjadi pengingat penting bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan persoalan serius yang membutuhkan kepedulian bersama.

Dukungan masyarakat, keluarga, dan aparat penegak hukum menjadi kunci agar korban memperoleh keadilan dan pelaku dapat segera diproses secara hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Gerebek Five Stars Bali, 53 Orang Diamankan dalam Kasus Narkoba
Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan
Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa
Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda
Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam
Bocah Tewas Diduga Diterkam Buaya di Jambi Saat Bersiap Berangkat Sekolah
Pasutri di Bandung Diduga Jambret HP Anak di Bawah Umur, Dibekuk Warga Saat Kabur
Nenek 69 Tahun Tewas di Tangan Oknum Polisi, Motif Rp50 Juta Terungkap

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Bareskrim Gerebek Five Stars Bali, 53 Orang Diamankan dalam Kasus Narkoba

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam

Berita Terbaru

Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir usai Mahkamah Agung menolak kebijakan sebelumnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:00 WIB