Demo BEM Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Desak Copot Menteri Bermasalah

Senin, 20 Oktober 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, BEM SI demo di DPR/MPR RI. Dok: Istimewa

Ilustrasi, BEM SI demo di DPR/MPR RI. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tepat satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demo besar-besaran di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

BEM SI mengusung 17 tuntutan keras dalam aksinya kali ini. Salah satunya, mereka mendesak Presiden Prabowo untuk mencopot para menteri bermasalah di Kabinet Merah Putih.

“Kami menuntut evaluasi total terhadap kinerja para menteri, terutama Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ESDM, Menteri HAM, dan Menteri Kehutanan. Mereka gagal melindungi lingkungan, abai terhadap rakyat, dan lemah dalam penegakan HAM,” tegas Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, Senin (20/10/2025).

Baca Juga :  Bupati Ardito Wijaya dan 4 Orang Lain, Dijerat KPK Kasus Dugaan Suap Proyek Rp5,75 Miliar

Selain desakan pencopotan menteri, mahasiswa juga menolak pasal-pasal bermasalah dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat, lingkungan, dan demokrasi.

Mereka menegaskan bahwa proses legislasi harus transparan dan partisipatif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB, namun hingga 13.30 WIB, massa belum tiba di lokasi. Polisi sudah menyiagakan personel di sekitar kawasan Monas untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.

17 Tuntutan BEM SI

  1. Evaluasi total program MBG.
  2. Bebaskan seluruh tahanan aksi.
  3. Hentikan intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap rakyat.
  4. Copot menteri bermasalah di Kabinet Merah Putih.
  5. Reformasi total lembaga legislatif.
  6. Evaluasi sistem pendidikan nasional dan realisasikan 20% APBN untuk pendidikan.
  7. Jamin kesejahteraan tenaga pendidik.
  8. Evaluasi anggaran pertahanan dan keamanan.
  9. Bubarkan komando teritorial.
  10. Tolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU.
  11. Perkuat implementasi UU TPKS dan pendidikan moral.
  12. Sahkan RUU Pro-Rakyat (Perampasan Aset, PPRT, Masyarakat Adat).
  13. Hentikan eksploitasi tambang perusak lingkungan.
  14. Tolak food estate dan wujudkan kedaulatan pangan.
  15. Putus hubungan diplomatik dengan negara penolak kemerdekaan Palestina.
  16. Edukasi menyeluruh sebelum pelaksanaan WPR.  
  17. Awasi ketat program koperasi desa. (red)
Baca Juga :  Bareskrim Ungkap 38 Ribu Kasus Narkoba, 150 Anak Terlibat dan 197 Ton Barang Bukti Disita

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB