Diperiksa Maraton 8,5 Jam di KPK, Yaqut Ogah Jawab Soal Dugaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tersangka dugaan korupsi kuota haji 2023–2024. (Posnews/Ist)

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tersangka dugaan korupsi kuota haji 2023–2024. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memilih bungkam usai menjalani pemeriksaan marathon di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi kuota haji.

Pemeriksaan itu berlangsung hampir 8,5 jam pada Selasa (16/12/2025).

Yaqut mendatangi Gedung Merah Putih KPK sejak pukul 11.41 WIB. Namun, ia baru keluar sekitar pukul 20.13 WIB. Meski demikian, ia menolak menjawab sederet pertanyaan wartawan yang telah menunggunya sejak siang.

Selanjutnya, sambil berjalan cepat meninggalkan lokasi, Yaqut langsung mengarahkan awak media untuk bertanya kepada penyidik KPK.

“Tolong ditanyakan ke penyidik ya,” ucapnya singkat, Selasa malam.

Tak hanya itu, Yaqut kembali menutup rapat informasi saat wartawan menyinggung dugaan temuan KPK di Arab Saudi terkait kuota haji 2024. Lagi-lagi, ia meminta media mengonfirmasi langsung ke penyidik.

Baca Juga :  Jadwal Live Timnas Indonesia U-17 vs Zambia di Piala Dunia U-17 2025, Garuda Muda Siap Tempur

“Kawan-kawan, mohon ditanyakan ke penyidik. Saya izin lewat,” ujarnya sembari berlalu. Kendati demikian, Yaqut menegaskan statusnya masih sebagai saksi.
“Saya diperiksa sebagai saksi,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yaqut Langsung Tancap Gas Tinggalkan KPK

Usai pernyataan singkat tersebut, Yaqut langsung meninggalkan Gedung Merah Putih KPK dengan mobil Toyota Fortuner hitam, didampingi kuasa hukum dan juru bicaranya.

Sementara itu, KPK terus mengusut dugaan korupsi penentuan kuota haji 2023–2024 di Kementerian Agama saat Yaqut menjabat menteri.

Dalam kasus ini, KPK menduga terjadi penyelewengan pembagian 20.000 kuota tambahan haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.

Baca Juga :  KPK Bongkar Mantan Sekjen Kemenaker Masih Makan Uang Rp12 Miliar Meski Pensiun

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan, pembagian kuota haji telah diatur tegas dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019.

Aturan tersebut menetapkan kuota haji reguler sebesar 92 persen dan kuota haji khusus hanya 8 persen.

Dengan ketentuan itu, dari 20.000 kuota tambahan, seharusnya 18.400 dialokasikan untuk haji reguler dan 1.600 untuk haji khusus. Namun, KPK menemukan fakta berbeda di lapangan.

“Faktanya dibagi rata, masing-masing 10.000 untuk reguler dan haji khusus. Ini jelas menyalahi aturan,” tegas Asep.

Oleh karena itu, KPK menilai perubahan komposisi kuota dari 92:8 menjadi 50:50 diduga sebagai perbuatan melawan hukum dan kini menjadi fokus utama penyidikan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik
Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:50 WIB

Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar £25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB