Kopenhagen: Veteran Denmark Kepung Kedubes AS

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tanpa teriak, tanpa poster. Ribuan langkah kaki veteran memecah keheningan musim dingin, menuntut hormat atas nama 44 rekan mereka yang gugur di Afghanistan. Dok: Unsplash/Teemu Paananen.

Ilustrasi, Tanpa teriak, tanpa poster. Ribuan langkah kaki veteran memecah keheningan musim dingin, menuntut hormat atas nama 44 rekan mereka yang gugur di Afghanistan. Dok: Unsplash/Teemu Paananen.

KOPENHAGEN, POSNEWS.CO.ID – Sebuah pemandangan yang tidak biasa menyelimuti pusat kota Kopenhagen pada hari Sabtu (1/2). Barisan massa bergerak senyap dari Kastellet menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat. Tidak ada teriakan, tidak ada poster protes, dan tidak ada orasi yang berapi-api.

Warga hanya mendengar derap langkah kaki di jalanan musim dingin. Mereka adalah veteran Denmark, keluarga prajurit yang gugur, dan para pendukung setia.

Beberapa peserta pawai mengenakan medali kehormatan di dada. Yang lain mendekap bendera kecil Denmark erat-erat di dada mereka. Nada aksi ini sangat disengaja: penuh hormat, terkendali, namun memancarkan kemarahan yang tak terbantahkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemicu: 44 Bendera di Pot Bunga

Demonstrasi emosional ini meletus akibat insiden di luar Kedutaan Besar AS awal pekan ini. Pihak kedutaan mencabut 44 bendera Denmark yang sebelumnya orang-orang letakkan di pot bunga (planters), meskipun kemudian staf mengembalikannya.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026

Setiap bendera tersebut bukan sekadar kain; masing-masing membawa nama seorang tentara Denmark yang tewas di Afghanistan saat bertugas bersama pasukan AS.

Pihak kedutaan berdalih bahwa mereka hanya mengikuti “kebijakan keamanan”. Namun, bagi para veteran dan kerabat, tindakan itu melukai perasaan dengan sangat cepat dan dalam. Bendera-bendera itu adalah pengingat bahwa Denmark telah membayar harga mahal sebagai sekutu, dan mereka tidak boleh memperlakukan nama-nama pahlawan tersebut seperti sampah.

“Trump Menginjak-injak Kita”

Sentimen di lapangan juga bercampur dengan konteks politik yang lebih luas. Penyelenggara mengaitkan pawai ini dengan ketegangan hubungan AS-Denmark, terutama retorika Presiden Donald Trump mengenai kendali atas Greenland—ide yang Kopenhagen dan Nuuk tolak mentah-mentah.

Brian, seorang demonstran di pawai tersebut, menumpahkan kekecewaannya.

Baca Juga :  Polisi Libatkan Ahli Forensik Usut Kelayakan Truk Penyebab Kecelakaan di Bekasi

“Saya datang untuk mendukung veteran Denmark kami karena Trump dan cara dia memperlakukan apa yang disebut sekutunya,” kata Brian. “Dia menginjak-injak kami dan ini sudah cukup. Pertama Greenland, sekarang veteran Denmark kami. Kami tidak tahan lagi.”

Søren Kusen, penyelenggara yang mewakili koalisi kelompok veteran, menegaskan posisi mereka. “Kami mendukung kedaulatan Greenland dan pemerintahan sendiri rakyat Greenland,” ujarnya.

Lima Menit Keheningan

Bagi Sean Teigen, seorang veteran, aksi ini bukan soal politik pribadi. “Ini bukan tentang saya. Ini tentang semua teman yang hilang di sana (Afghanistan). Dan keluarga yang melihat itu—itulah sebabnya kami di sini,” ucapnya.

Di gerbang kedutaan, pawai berakhir persis seperti saat bermula: tanpa kegaduhan, tanpa drama. Massa hanya berdiri tegak, melakukan hening cipta selama lima menit. Sebuah penghormatan terakhir bagi anggota layanan Denmark dan bagi mereka yang tidak pernah pulang ke rumah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa 7,7 SR Guncang Indonesia Timur, 20 Orang Tewas
Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental
Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun
USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah
Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi
Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump
Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Gempa 7,7 SR Guncang Indonesia Timur, 20 Orang Tewas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Berita Terbaru

Bocoran video dan screenshot dari MMO misterius HoYoverse bernama Nodusfall muncul ke internet, memperlihatkan pendekatan dark fantasy dengan dunia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bocoran Game MMO Baru HoYoverse Nodusfall

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:21 WIB

Google meluncurkan jajaran Pixel 11 terbaru dengan desain kamera lebih tipis, zoom lebih kuat, dan berbagai fitur kecerdasan buatan baru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Google Rilis Pixel 11 Series dengan Kamera Lebih Tipis

Minggu, 16 Agu 2026 - 11:06 WIB

Bareskrim Polri menyita emas batangan dan barang bukti dalam kasus dugaan penyelundupan emas ke Dubai. (Posnews/Bareskrim Polri)

HUKRIM

Emas 2 Kg Disita, 2 WN India Diduga Terlibat Jaringan Dubai

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:26 WIB