Diplomasi Asia Tengah: Wang Yi Desak Rekonsiliasi Damai Afghanistan-Pakistan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China sebagai penengah. Menteri Luar Negeri Wang Yi menegaskan bahwa dialog adalah satu-satunya jalan keluar bagi konflik Afghanistan-Pakistan guna menjaga stabilitas kawasan yang kian volatil. Dok: Istimewa.

China sebagai penengah. Menteri Luar Negeri Wang Yi menegaskan bahwa dialog adalah satu-satunya jalan keluar bagi konflik Afghanistan-Pakistan guna menjaga stabilitas kawasan yang kian volatil. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan bahwa masalah antara Afghanistan dan Pakistan hanya dapat selesai melalui dialog dan konsultasi. Dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Afghanistan Mawlawi Amir Khan Muttaqi pada hari Jumat, Wang Yi memperingatkan bahaya penggunaan kekuatan militer.

Menurut Wang, penggunaan kekerasan justru akan memperumit situasi dan memperkuat kontradiksi antarnegara. Hal tersebut tidak akan memberikan keuntungan bagi pihak mana pun dan secara langsung mengancam perdamaian regional. Oleh karena itu, China mendesak kedua belah pihak untuk tetap tenang dan menahan diri.

Komitmen Afghanistan untuk Perdamaian Regional

Menteri Luar Negeri Muttaqi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas upaya aktif China dalam memediasi konflik tersebut. Ia menyatakan bahwa rakyat Afghanistan, yang telah menderita akibat perang berkepanjangan, sangat menghargai setiap kesempatan untuk perdamaian dan pembangunan.

Baca Juga :  Apakah Kebangkitan Multipolaritas Akan Membawa Stabilitas?

Lebih lanjut, Muttaqi menegaskan kembali bahwa negaranya ingin menjadi sumber perdamaian, bukan kerusuhan. Ia menjamin bahwa wilayah Afghanistan tidak akan pernah menjadi basis serangan terhadap negara-negara tetangga. Dengan demikian, pihak Afghanistan berharap dapat menjalin kerja sama dan hidup berdampingan secara damai dengan Pakistan melalui jalur negosiasi yang difasilitasi oleh China.

Peran Utusan Khusus dan Solidaritas Kawasan

China tetap mempertahankan posisi yang objektif dan tidak memihak dalam menanggapi perselisihan ini. Saat ini, utusan khusus urusan Afghanistan dari Kementerian Luar Negeri China sedang bergerak aktif melakukan diplomasi jemput bola di antara kedua negara. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi pertukaran tatap muka secara langsung agar gencatan senjata dapat tercapai sesegera mungkin.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan TNI Harus Jadi Benteng NKRI dan Siap Berkorban demi Keselamatan Rakyat

Selain itu, Wang Yi menekankan bahwa di tengah lingkungan eksternal yang semakin tidak stabil, negara-negara kawasan harus memperkuat persatuan. Bahkan, ia menyebut Afghanistan dan Pakistan sebagai “saudara yang tidak terpisahkan”. Sebagai hasilnya, China berkomitmen untuk terus memainkan peran konstruktif guna membantu rekonsiliasi dan meredakan ketegangan di antara kedua negara bertetangga tersebut.

Diskusi Mengenai Krisis di Iran

Selain isu perbatasan, kedua diplomat tersebut juga bertukar pandangan mengenai situasi terkini di Iran. Dalam hal ini, Wang Yi menegaskan kembali posisi prinsipil China yang selalu mengedepankan perdamaian. Oleh sebab itu, China bersedia bekerja sama dengan komunitas internasional, termasuk Afghanistan, untuk terus berperan dalam mewujudkan stabilitas di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sentimen Konsumen AS Terjun Bebas: Dampak Perang Iran Mulai Cekik Ekonomi Rumah Tangga
Prabowo Ingatkan Ancaman Konflik Timur Tengah, Pemerintah Diminta Hemat BBM dan Anggaran
Heboh! 25 Kg Kokain Diduga dari Kolombia Terdampar di Selayar, Nelayan Temukan di Pesisir
Masa Depan Orde Liberal: Tantangan Populisme dan Kembalinya Politik Identitas
Agenda Global Bersama: Kolaborasi Lintas Negara Melawan Ancaman Non-Tradisional
Satpol PP Jakarta Razia 690 Tempat Hiburan Saat Ramadan, 21 Usaha Kena Sanksi
Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Natalius Pigai Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rismon Sianipar Masih Tersangka Fitnah Ijazah Jokowi, Wajib Lapor Saat Lebaran

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:37 WIB

Sentimen Konsumen AS Terjun Bebas: Dampak Perang Iran Mulai Cekik Ekonomi Rumah Tangga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:55 WIB

Prabowo Ingatkan Ancaman Konflik Timur Tengah, Pemerintah Diminta Hemat BBM dan Anggaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:27 WIB

Diplomasi Asia Tengah: Wang Yi Desak Rekonsiliasi Damai Afghanistan-Pakistan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:22 WIB

Heboh! 25 Kg Kokain Diduga dari Kolombia Terdampar di Selayar, Nelayan Temukan di Pesisir

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:20 WIB

Agenda Global Bersama: Kolaborasi Lintas Negara Melawan Ancaman Non-Tradisional

Berita Terbaru