Diplomasi Asia Tengah: Wang Yi Desak Rekonsiliasi Damai Afghanistan-Pakistan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan bahwa masalah antara Afghanistan dan Pakistan hanya dapat selesai melalui dialog dan konsultasi. Dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Afghanistan Mawlawi Amir Khan Muttaqi pada hari Jumat, Wang Yi memperingatkan bahaya penggunaan kekuatan militer.

Menurut Wang, penggunaan kekerasan justru akan memperumit situasi dan memperkuat kontradiksi antarnegara. Hal tersebut tidak akan memberikan keuntungan bagi pihak mana pun dan secara langsung mengancam perdamaian regional. Oleh karena itu, China mendesak kedua belah pihak untuk tetap tenang dan menahan diri.

Komitmen Afghanistan untuk Perdamaian Regional

Menteri Luar Negeri Muttaqi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas upaya aktif China dalam memediasi konflik tersebut. Ia menyatakan bahwa rakyat Afghanistan, yang telah menderita akibat perang berkepanjangan, sangat menghargai setiap kesempatan untuk perdamaian dan pembangunan.

Lebih lanjut, Muttaqi menegaskan kembali bahwa negaranya ingin menjadi sumber perdamaian, bukan kerusuhan. Ia menjamin bahwa wilayah Afghanistan tidak akan pernah menjadi basis serangan terhadap negara-negara tetangga. Dengan demikian, pihak Afghanistan berharap dapat menjalin kerja sama dan hidup berdampingan secara damai dengan Pakistan melalui jalur negosiasi yang difasilitasi oleh China.

Peran Utusan Khusus dan Solidaritas Kawasan

China tetap mempertahankan posisi yang objektif dan tidak memihak dalam menanggapi perselisihan ini. Saat ini, utusan khusus urusan Afghanistan dari Kementerian Luar Negeri China sedang bergerak aktif melakukan diplomasi jemput bola di antara kedua negara. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi pertukaran tatap muka secara langsung agar gencatan senjata dapat tercapai sesegera mungkin.

Baca Juga :  Modus Ban Kempes di Cikarang, Pencuri Gondol Uang PT Adiku Rp 156 Juta

Selain itu, Wang Yi menekankan bahwa di tengah lingkungan eksternal yang semakin tidak stabil, negara-negara kawasan harus memperkuat persatuan. Bahkan, ia menyebut Afghanistan dan Pakistan sebagai “saudara yang tidak terpisahkan”. Sebagai hasilnya, China berkomitmen untuk terus memainkan peran konstruktif guna membantu rekonsiliasi dan meredakan ketegangan di antara kedua negara bertetangga tersebut.

Diskusi Mengenai Krisis di Iran

Selain isu perbatasan, kedua diplomat tersebut juga bertukar pandangan mengenai situasi terkini di Iran. Dalam hal ini, Wang Yi menegaskan kembali posisi prinsipil China yang selalu mengedepankan perdamaian. Oleh sebab itu, China bersedia bekerja sama dengan komunitas internasional, termasuk Afghanistan, untuk terus berperan dalam mewujudkan stabilitas di Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 Nov 2026 - 19:12 WIB