Diplomasi PBB: Tiongkok Dorong Solusi Politik Ukraina

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Janji yang tak terpenuhi. Laporan terbaru PBB menunjukkan pelebaran jurang antara negara kaya dan miskin akibat kegagalan reformasi keuangan dan dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah tahun 2026. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Janji yang tak terpenuhi. Laporan terbaru PBB menunjukkan pelebaran jurang antara negara kaya dan miskin akibat kegagalan reformasi keuangan dan dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah tahun 2026. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok secara resmi menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mempercepat upaya penciptaan solusi politik bagi krisis di Ukraina. Pernyataan ini muncul bertepatan dengan peringatan empat tahun dimulainya konflik bersenjata tersebut.

Konselor Misi Tetap Tiongkok untuk PBB, Teng Fei, menyampaikan posisi negaranya setelah sesi pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada Selasa petang. Tiongkok berharap Majelis Umum dapat memainkan peran konstruktif dalam membangun konsensus perdamaian di antara seluruh negara anggota.

Alasan di Balik Keputusan Abstain

Majelis Umum PBB resmi mengadopsi resolusi bertajuk “Dukungan untuk Perdamaian Abadi di Ukraina”. Hasil pemungutan suara menunjukkan 107 negara setuju, 12 negara menolak, dan 51 negara memilih untuk abstain.

Teng Fei menjelaskan bahwa keputusan Tiongkok untuk abstain mencerminkan prinsip dan sikap konsisten Beijing terhadap isu Ukraina. Oleh karena itu, langkah ini menunjukkan keinginan Tiongkok untuk tetap menjadi pihak yang mendorong dialog tanpa memihak secara ekstrem di tengah polarisasi global yang tajam.

Baca Juga :  Mengapa Berhenti Mengejar Pertumbuhan Bisa Membuat Kita Lebih Bahagia?

Pilar Kedaulatan dan Arsitektur Keamanan Baru

Dalam penjelasan diplomatiknya, Tiongkok menekankan tiga pilar utama bagi terciptanya perdamaian. Pertama, komunitas internasional harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah seluruh negara tanpa kecuali. Kedua, para aktor global wajib menjunjung tinggi tujuan dan prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB.

Selanjutnya, pilar ketiga adalah penanganan kekhawatiran keamanan yang sah dari semua pihak yang terlibat. Teng Fei menilai isu Ukraina kini telah memasuki fase kritis untuk negosiasi intensif. “Semua pihak harus mempertahankan momentum positif dan berjuang untuk mencapai perjanjian perdamaian yang komprehensif, langgeng, dan mengikat,” tegas Teng.

Baca Juga :  Iran Izinkan 10 Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz

Menangani Akar Penyebab Konflik

Beijing berargumen bahwa perdamaian jangka panjang di Eropa mustahil tercapai tanpa menangani akar penyebab masalah. Tiongkok mendesak pembentukan arsitektur keamanan Eropa yang lebih seimbang, efektif, dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini bertujuan untuk memastikan stabilitas permanen di benua tersebut agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan. Tiongkok berkomitmen untuk terus bekerja aktif bersama komunitas internasional guna mewujudkan solusi politik yang bermartabat. Pada akhirnya, keberhasilan diplomasi ini akan bergantung pada kemauan para pihak untuk beralih dari konfrontasi militer menuju meja perundingan yang substantif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut
Banjir Jakarta 17 April 2026, 21 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung
Rumah Terkunci Jadi Petaka, 5 Orang Sekeluarga Tewas Terbakar – Api dari Tiang Listrik
Digital Detox 101: Cara Memutus Kecanduan Gadget
Api Melalap Rumah di Grogol, Lima Korban Ditemukan Tewas di Lantai Dua

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 April 2026 - 10:27 WIB

49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG

Jumat, 17 April 2026 - 10:25 WIB

Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?

Jumat, 17 April 2026 - 10:05 WIB

Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Jumat, 17 April 2026 - 09:40 WIB

Banjir Jakarta 17 April 2026, 21 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB