BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan penguatan komunikasi strategis dengan Jerman. Ia mendorong pendalaman kepercayaan timbal balik saat turbulensi dunia meningkat. Pernyataan ini muncul dalam pertemuan resmi dengan Kanselir Friedrich Merz di Beijing, Rabu.
Xi menekankan signifikansi hubungan Tiongkok-Jerman bagi dunia. Dampaknya memengaruhi kepentingan kedua negara serta stabilitas Eropa. Oleh karena itu, kedua negara wajib bekerja sama. Langkah ini bertujuan menciptakan kemajuan baru dalam kemitraan strategis mereka.
Tiga Pilar Pengembangan Hubungan Bilateral
Dalam diskusi tersebut, Presiden Xi mengajukan tiga saran utama bagi Beijing dan Berlin:
- Mitra yang Saling Mendukung: Xi berharap Jerman memandang pertumbuhan Tiongkok secara objektif. Ia mengajak Jerman mengejar kebijakan positif guna memastikan pertumbuhan hubungan yang stabil.
- Mitra Inovatif: Xi menilai strategi teknologi Jerman selaras dengan target Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok. Selanjutnya, kedua pihak sepakat mempromosikan dialog teknologi mutakhir. Kerja sama ini mencakup AI dan stabilitas rantai pasok global.
- Mitra yang Saling Memahami: Keduanya ingin memperkokoh fondasi persahabatan rakyat. Caranya adalah melalui penguatan pertukaran budaya lintas batas secara intensif.
Penolakan Proteksionisme dan Peran PBB
Kanselir Friedrich Merz merespons positif visi tersebut. Ia menegaskan bahwa Jerman sangat menghargai hubungannya dengan Tiongkok. Jerman tetap berkomitmen penuh pada kebijakan Satu Tiongkok serta prinsip keterbukaan.
Selain itu, Merz menyoroti pentingnya pasar Tiongkok bagi pebisnis Jerman. Ia ingin meningkatkan koordinasi guna mempertahankan sistem perdagangan bebas. Merz juga secara tegas menolak kebijakan proteksionisme. “Kerja sama ekonomi yang andal menguntungkan Uni Eropa dan Tiongkok,” ujar Merz. Kedua pemimpin sepakat menjunjung tinggi peran sentral PBB dan hukum internasional.
Posisi Terkait Krisis Ukraina
Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai krisis Ukraina. Xi Jinping menekankan bahwa dialog merupakan kunci utama penyelesaian konflik tersebut.
Selanjutnya, Xi memaparkan syarat bagi kerangka perdamaian abadi. Syarat tersebut meliputi partisipasi setara, penanganan kekhawatiran sah, dan keamanan bersama. Pertemuan ini berakhir dengan pernyataan pers bersama yang menandai kolaborasi baru di tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















