Pemerintah Yaman Serbu Separatis Selatan di Hadramout

Sabtu, 3 Januari 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Teluk retak! Saudi bom kargo senjata UEA di Yaman, Abu Dhabi tarik sisa pasukan. Dok: Human Right Watch.

Aliansi Teluk retak! Saudi bom kargo senjata UEA di Yaman, Abu Dhabi tarik sisa pasukan. Dok: Human Right Watch.

RIYADH, POSNEWS.CO.ID – Konflik berlapis di Yaman memasuki babak baru yang berbahaya pada Jumat ini. Pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi resmi meluncurkan operasi militer terhadap Dewan Transisi Selatan (STC) di provinsi Hadramout yang kaya minyak. Gubernur Provinsi, Salem Al-Khanbashi, mengonfirmasi langkah tegas tersebut.

Melalui siaran televisi pemerintah dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh, Gubernur Al-Khanbashi menegaskan tujuan operasi ini. Pihaknya bertekad memulihkan otoritas negara serta menjamin keamanan dan stabilitas di provinsi tersebut, khususnya di sekitar institusi pemerintah dan fasilitas strategis.

Langkah “Preventif”, Bukan Perang?

Al-Khanbashi menjelaskan bahwa pemerintah mengambil langkah ini setelah upaya dialog untuk meredam ketegangan menemui jalan buntu berulang kali. Ia menuding pasukan afiliasi STC telah merusak pengaturan keamanan lokal dan menantang otoritas pemerintah yang sah secara internasional.

Namun, Gubernur menekankan sebuah narasi hati-hati. Ia meminta publik tidak melihat operasi ini sebagai “perang” atau upaya eskalasi. Sebaliknya, ia melabelinya sebagai “langkah keamanan preventif”. Operasi ini bertujuan menetralisir senjata, menghentikan penggunaan kamp yang mengancam keamanan Hadramout, serta melindungi wilayah tersebut dari potensi “skenario kekacauan”.

Pergerakan Pasukan dari Perbatasan Saudi

Sementara itu, situasi di lapangan menunjukkan mobilisasi serius. Berbicara dengan syarat anonim, seorang pejabat militer mengungkapkan bahwa ratusan kendaraan dan personel Pasukan Perisai Nasional Yaman (National Shield Forces) dukungan Saudi telah meninggalkan posisi di dekat perbatasan Saudi. Mereka bergerak untuk berpartisipasi dalam operasi anti-STC tersebut.

Hingga kini, militer belum merilis rincian mengenai cakupan operasi atau kemungkinan korban jiwa. Pihak STC pun belum memberikan komentar resmi atas pengumuman ini. Namun, dalam pernyataan sebelumnya, dewan tersebut menyatakan pasukan mereka dalam kesiapan tempur tinggi dan siaga penuh.

Baca Juga :  Model Cantik Ansy Jan De Vries Ngaku Dibegal, Ternyata Luka Bisul Pecah

Perebutan Emas Hitam dan Garis Merah

Hadramout, provinsi terbesar di Yaman dan pusat produksi minyak utama, telah menyaksikan ketegangan politik dan militer yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Rivalitas antara pemerintah Yaman dan STC menjadi pemicu utamanya.

Suhu konflik memanas drastis setelah STC merebut sebagian besar wilayah Hadramout dan provinsi timur Al-Mahrah bulan lalu. Arab Saudi menganggap area ini sebagai “garis merah”. Hal ini karena kedekatannya dengan perbatasan Saudi dan konsentrasi cadangan energi Yaman yang tersisa di sana.

Konflik ini menyoroti keretakan dalam koalisi anti-Houthi. Yaman telah terperosok dalam konflik sejak 2014 saat Houthi merebut Sanaa. Meskipun STC—yang berdiri pada 2017 dengan dukungan UEA—bergabung dengan koalisi pimpinan Saudi dan Dewan Kepemimpinan Presiden pada 2022, kelompok ini terus mendorong kedaulatan selatan. Ambisi ini kerap memicu sengketa berulang mengenai pembagian kekuasaan dan kendali sumber daya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB