Krisis Kedaulatan Chagos: Pemerintah Inggris Simpang Siur Soal Penundaan Perjanjian dengan Mauritius

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi di persimpangan jalan. London terjebak dalam ketidakpastian administratif setelah pernyataan menteri mengenai penundaan transfer Kepulauan Chagos memicu bantahan internal dan tekanan keras dari Donald Trump. Dok: Diego Garcia.

Diplomasi di persimpangan jalan. London terjebak dalam ketidakpastian administratif setelah pernyataan menteri mengenai penundaan transfer Kepulauan Chagos memicu bantahan internal dan tekanan keras dari Donald Trump. Dok: Diego Garcia.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Kebijakan luar negeri Inggris terkait Kepulauan Chagos kini berada dalam pusaran kebingungan. Pemerintah pusat menghadapi tantangan serius untuk meratifikasi perjanjian kedaulatan setelah muncul pernyataan kontradiktif dari lingkaran internal kabinet.

Menteri Kantor Luar Negeri, Hamish Falconer, memicu polemik saat berbicara di hadapan Majelis Rendah (House of Commons). Ia mengisyaratkan bahwa pemerintah sedang menangguhkan langkah-langkah hukum guna menuntaskan pengalihan kepulauan strategis di Samudra Hindia tersebut.

Kontradiksi Internal di Downing Street

Falconer menjelaskan bahwa penundaan ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi lebih mendalam dengan pemerintah Amerika Serikat. Namun, kebingungan segera melanda setelah pejabat pemerintah lainnya secara tegas menyangkal adanya jeda dalam proses tersebut.

Laporan dari BBC menyebutkan bahwa sumber internal pemerintah menganggap Falconer telah “salah bicara” selama pidatonya di parlemen. “Tidak ada penundaan. Kami tidak pernah menetapkan tenggat waktu dan jadwal akan kami umumkan dengan cara biasa,” tegas sumber tersebut. Oleh karena itu, ketidaksinkronan informasi ini menciptakan citra manajemen krisis yang kurang solid di mata publik.

Baca Juga :  Takaichi Ulurkan Tangan ke China: Cari Dialog Stabil di Tengah Badai Sengketa Taiwan

Intervensi Trump dan Kepentingan Pangkalan Militer

Kegaduhan diplomatik ini meletus hanya seminggu setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan kritik tajam. Melalui platform Truth Social, Trump mendesak Perdana Menteri Keir Starmer untuk membatalkan rencana penyerahan kedaulatan Chagos sepenuhnya.

Trump menilai wilayah tersebut tidak seharusnya lepas dari kendali Inggris. Ia melabeli kesepakatan itu sebagai “noda bagi sekutu besar kita”. Bahkan, Trump secara eksplisit mengaitkan nilai strategis kepulauan tersebut dengan ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, Amerika Serikat mungkin membutuhkan pangkalan Diego Garcia jika negosiasi nuklir dengan Iran menemui kegagalan.

Baca Juga :  Ledakan Guncang Kedubes AS di Oslo: Polisi Buru Pelaku di Tengah Siaga Keamanan Global

Detail Perjanjian dan Beban Anggaran

Kepulauan Chagos telah berada di bawah kendali Inggris sejak awal abad ke-19. Berdasarkan draf perjanjian yang ada, Inggris akan menyerahkan kedaulatan kepada Mauritius, namun tetap mempertahankan kontrol atas pangkalan militer gabungan Inggris-AS di Diego Garcia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inggris berencana menyewa kembali pangkalan tersebut dengan biaya rata-rata 101 juta poundsterling per tahun. Meskipun begitu, parlemen kini menuntut kejelasan mengenai progres legislasi ratifikasi yang sedang berjalan. Pada akhirnya, kemampuan pemerintahan Starmer untuk menavigasi tekanan antara tuntutan dekolonisasi dan kepentingan strategis Washington akan menentukan kredibilitas diplomasi Inggris di kawasan tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR KM 30 Jaksel, Truk Fuso Rem Blong Picu Tabrakan
22 WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta, Pemerintah Siapkan Pemulangan Gelombang Kedua
Tambang Emas Ilegal di Way Kanan Dibongkar, Polisi Ciduk 14 Tersangka – Kerugian Negara Rp1,3 T
Tabung Gas Bocor di Bogor Tengah, Satu Keluarga Terbakar Parah hingga 80 Persen
Polisi Gerebek Gudang Bawang Bombai Impor Ilegal di Malang, 700 Karung Disita
Tembak Pemuda Pakai Airsoft Gun di Cilincing, Debt Collector Bonyok Dihajar Warga
Polri Bagikan 38.268 Paket Sembako Jelang Idul Fitri 1447 H untuk Personel dan ASN Mabes
Taktik Menghadapi Inflasi Musiman Saat Belanja Kebutuhan Pokok

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:52 WIB

Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR KM 30 Jaksel, Truk Fuso Rem Blong Picu Tabrakan

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:37 WIB

22 WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta, Pemerintah Siapkan Pemulangan Gelombang Kedua

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:21 WIB

Tambang Emas Ilegal di Way Kanan Dibongkar, Polisi Ciduk 14 Tersangka – Kerugian Negara Rp1,3 T

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:52 WIB

Tabung Gas Bocor di Bogor Tengah, Satu Keluarga Terbakar Parah hingga 80 Persen

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:33 WIB

Polisi Gerebek Gudang Bawang Bombai Impor Ilegal di Malang, 700 Karung Disita

Berita Terbaru