Tragedi di Perairan Kuba: 4 Tewas dalam Baku Tembak Kapal Cepat Terdaftar di Florida

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menlu AS Marco Rubio menemui para pemimpin monarki Teluk untuk meredam kekhawatiran atas konsesi ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Menlu AS Marco Rubio menemui para pemimpin monarki Teluk untuk meredam kekhawatiran atas konsesi ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

HAVANA, POSNEWS.CO.ID – Pasukan keamanan Kuba terlibat dalam bentrokan berdarah dengan sebuah kapal cepat yang terdaftar di Florida, Amerika Serikat. Insiden ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di tengah periode ketegangan diplomatik yang sangat tinggi antara kedua negara.

Kementerian Dalam Negeri Kuba melaporkan bahwa pasukan mereka menewaskan empat orang dan melukai enam orang lainnya yang berada di atas kapal tersebut. Pihak berwenang kini sedang melakukan investigasi mendalam guna memastikan kronologi pasti dari kontak senjata yang jarang terjadi di laut lepas ini.

Kronologi Kontak Senjata di Falcones Cay

Berdasarkan keterangan resmi pemerintah Kuba, insiden tersebut bermula ketika kapal cepat dengan nomor registrasi FL7726SH mendekat hingga jarak satu mil laut dari saluran di Falcones Cay. Lokasi ini berada di pantai utara Kuba, sekitar 200 kilometer di sebelah timur ibu kota Havana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima anggota unit patroli perbatasan Kuba segera mendekati kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Namun demikian, orang-orang di atas kapal cepat tersebut justru melepaskan tembakan terlebih dahulu. Serangan tersebut melukai komandan kapal patroli Kuba sebelum akhirnya petugas membalas tembakan guna melumpuhkan ancaman. Seluruh korban luka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Baca Juga :  Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tertimbun Pasir Vulkanik, 2 Pendaki Masih Dicari

Respon Marco Rubio: Bukan Operasi Amerika Serikat

Di Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio segera memberikan klarifikasi kepada media. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut murni merupakan aktivitas sipil dan sama sekali tidak melibatkan personel atau unit pemerintah Amerika Serikat.

“Kami akan mencari informasi mandiri mengenai hal ini melalui kedutaan besar di Havana,” ujar Rubio pada Rabu. Ia melabeli peristiwa baku tembak di laut terbuka seperti ini sebagai hal yang “sangat tidak biasa”. Meskipun begitu, Rubio tetap melontarkan retorika keras dengan menyebut status quo pemerintahan di Kuba saat ini sudah tidak berkelanjutan dan memerlukan perubahan drastis.

Latar Belakang: Blokade Minyak dan Jaringan Penyelundupan

Insiden maut ini terjadi saat Amerika Serikat memblokir hampir seluruh pengiriman minyak menuju Kuba. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap pemerintahan di Havana. Kondisi ekonomi yang sulit di pulau tersebut sering kali memicu peningkatan upaya pelarian warga menggunakan kapal cepat menuju Florida.

Baca Juga :  Bandar Narkoba Simpan Senpi Ilegal, Polisi Bongkar Jaringan Aceh-Bogor

Sebagai catatan, insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2022 di mana patroli Kuba menewaskan satu terduga penyelundup manusia. Sepanjang semester pertama tahun tersebut saja, Kuba telah mencegat 13 kapal cepat yang datang dari wilayah Amerika Serikat. Walaupun demikian, kedua negara sebenarnya memiliki sejarah kerja sama dalam pemberantasan perdagangan narkoba dan penyelundupan manusia di Selat Florida, terutama selama periode normalisasi di bawah kepemimpinan mantan Presiden Barack Obama.

Penegasan Kedaulatan Kuba

Pemerintah Kuba menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen untuk menjaga kedaulatan wilayah perairan mereka. Mereka menganggap pertahanan nasional sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas kawasan dari gangguan asing.

Pada akhirnya, ketiadaan identitas korban yang dirilis hingga saat ini menyisakan misteri mengenai motif sebenarnya dari kapal cepat tersebut. Apakah ini murni upaya penyelundupan manusia atau ada motif politik lain di baliknya, hasil investigasi bersama nantinya akan menjadi penentu arah diplomasi Washington-Havana di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB