Ditpolairud Polda Metro Siaga, Evakuasi Warga Terdampak Banjir 70 Cm Pondok Karya

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: Genangan banjir merendam permukiman warga di wilayah Jakarta Barat.
(Posnews/Ist)

Dok: Genangan banjir merendam permukiman warga di wilayah Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banjir kembali merendam kawasan Pondok Karya, Mampang, Jakarta Selatan, setelah hujan deras mengguyur DKI Jakarta sejak Kamis (19/2/2026) pukul 00.00 WIB.

Selain itu, kiriman air dari Katulampa, Bogor, Jawa Barat, turut memperparah genangan di sejumlah titik.

Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi antara 20 sentimeter hingga 70 sentimeter. Merespons cepat kondisi tersebut, Tim SAR Pondok Karya Mampang Jakarta Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga.

Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya dipimpin Katim SAR Aipda Hartanto dengan kekuatan 15 personel. Sementara itu, pengendalian operasi dipimpin AKP Hamdannallah selaku Kasi Binmas Ditpolairud Polda Metro Jaya.

Evakuasi Lansia, Anak-Anak, dan Warga Sakit

Baca Juga :  1.833 Kasus Narkoba Dibongkar Polda Metro Jaya, 2.485 Tersangka Diringkus

Sejak pagi, tim bergerak menyisir rumah-rumah warga yang terendam. Petugas memprioritaskan evakuasi perempuan, anak-anak, lansia, serta warga yang sakit ke lokasi yang lebih aman.

Selain itu, tim membantu warga mengamankan barang berharga, termasuk sepeda motor, agar tidak terendam banjir lebih dalam. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika debit air kembali meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya fokus pada evakuasi, personel SAR juga membantu warga yang hendak berangkat kerja serta masyarakat yang akan menunaikan ibadah Salat Jumat agar dapat melintas dengan aman.

Hujan Intensitas Ringan hingga Sedang Picu Genangan

Banjir di Pondok Karya dipicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang turun merata di wilayah DKI Jakarta sejak dini hari. Di sisi lain, peningkatan debit air dari Katulampa mempercepat kenaikan muka air di sejumlah kawasan rawan genangan Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan SMK IDN Boarding School Ilegal di Bogor, Polisi Masuk Tahap Penyidikan

Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mustofa, memastikan jajarannya tetap siaga penuh di lokasi terdampak.

“Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga. Personel terus bersiaga dan siap melakukan evakuasi tambahan apabila debit air meningkat,” tegas Mustofa.

Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan warga terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada, mematikan aliran listrik saat air naik, serta segera melapor kepada petugas apabila membutuhkan bantuan evakuasi darurat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Dominan AI: Snap Inc. Pangkas 1.000 Karyawan guna Kejar Profitabilitas
Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong
Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat
PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?
Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:14 WIB

Efek Dominan AI: Snap Inc. Pangkas 1.000 Karyawan guna Kejar Profitabilitas

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong

Jumat, 17 April 2026 - 15:04 WIB

Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 14:58 WIB

PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Berita Terbaru