AS Gempur Iran Pasca Penembakan Helikopter Apache

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat meluncurkan serangan udara balasan ke wilayah selatan Iran pada hari Selasa. Sebab, Presiden Donald Trump mengeklaim militer Iran menembak jatuh helikopter militer Apache milik AS.

Trump menyampaikan konfirmasi mengenai ketegangan baru ini langsung dalam wawancara khusus bersama stasiun televisi ABC News. Dengan demikian, ia menegaskan posisi pertahanan negara yang sangat kuat terhadap setiap bentuk agresi asing.

“Mereka menembak jatuh helikopter kami dan kami langsung membalas tindakan tersebut saat ini,” tegas Trump secara terbuka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gempuran Balasan di Pulau Qeshm dan Sirik

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan serangan udara AS menghantam pangkalan militer di Pulau Qeshm. Selain itu, proyektil rudal terpisah juga jatuh menghantam wilayah Sirik dekat Selat Hormuz.

Warga mendengar suara ledakan keras berulang kali di wilayah timur Hormozgan pada Selasa pagi waktu setempat. Akibatnya, otoritas penerbangan sempat menutup jalur udara darurat di sekitar perbatasan laut untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Diplomasi Nuklir AS-Iran: Trump Ancam Tarif Global

Meskipun demikian, Trump memastikan kedua pilot helikopter Apache tersebut berhasil selamat tanpa mengalami luka serius sedikit pun. Pasukan militer segera membawa mereka ke kapal induk untuk pemeriksaan kesehatan medis rutin.

Penyelamatan Pilot di Pantai Oman

Seorang pejabat militer menjelaskan bahwa drone kamikaze milik Iran menjatuhkan helikopter serbu tersebut saat patroli fajar. Selanjutnya, drone laut milik Angkatan Laut AS segera menyelamatkan kedua pilot di perairan dekat pantai Oman.

Komando Sentral AS (CENTCOM) memastikan kedua tentara kini berada dalam kondisi medis yang stabil di rumah sakit. Namun, mereka menolak memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab jatuhnya helikopter serbu di perairan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menolak berkomentar mengenai insiden penembakan jatuh helikopter Apache tersebut. Oleh sebab itu, ia hanya memperingatkan bahwa keberadaan pasukan asing di Selat Hormuz memicu kecelakaan militer baru.

“Solusi terbaik untuk menghindari risiko buruk adalah mereka harus segera angkat kaki dari kawasan ini,” tegas Araqchi.

Serangan Maut Israel di Port Tyre Lebanon

Di sisi lain, militer Israel melancarkan serangan udara maut ke kota pelabuhan bersejarah Tyre di Lebanon selatan. Serangan udara jet tempur Israel tersebut menewaskan sedikitnya delapan warga sipil secara tragis di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini

Insiden ini menjadi serangan paling mematikan di kota Tyre sejak pertempuran meletus pada awal Maret lalu. Akibatnya, agresi militer Israel ini mempersulit upaya Donald Trump untuk mewujudkan kesepakatan damai dengan pihak Iran.

Trump bahkan melayangkan peringatan keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar menahan diri dari perang. Sebab, ia tidak ingin Netanyahu mengacaukan kesepakatan damai regional yang sedang dirintis oleh Amerika Serikat.

“Bibi, kamu harus berhati-hati, atau kamu akan segera berjuang sendirian tanpa bantuan kami,” ancam Trump kepada Netanyahu.

Sanksi Blokade dan Tuntutan Iran

Dengan demikian, ketegangan bersenjata ini terus mengancam kelancaran proses pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran global. Pemerintah Amerika Serikat tetap menerapkan blokade pelabuhan Iran sebagai bagian dari sanksi ekonomi yang ketat.

Sebaliknya, Iran bersikeras menuntut pencabutan sanksi internasional dan pencairan aset miliaran dolar sebagai syarat damai. Pada akhirnya, dunia kini menanti apakah jalur diplomasi tertutup ini mampu menghentikan perang energi yang kian membara.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan
Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard
Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis
Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal
Serangan Rudal Balistik Houthi Menewaskan Puluhan Prajurit
Donald Trump Manfaatkan Kerusuhan Prancis Demi Senat
Parlemen Australia Helen Haines Kehilangan Kaki Mobil

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal

Berita Terbaru

Attack Shark resmi merilis mouse gaming R5 Turbo dari bahan carbon fiber berbobot 43 gram dengan sensor PixArt 60.000 DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Attack Shark Rilis Mouse Gaming Carbon Fiber R5 Turbo

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:58 WIB

Nintendo meluncurkan revisi Switch 2 di Eropa dengan baterai mudah lepas. Simak pembongkaran komponen layar LCD, motherboard, dan RAM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Rilis Switch 2 di Eropa dengan Baterai Mudah Lepas

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:56 WIB