DPR Minta Investigasi Skandal Riset Palsu Peneliti Indonesia di Denmark

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPR/MPR RI. (Posnews/Ist)

Gedung DPR/MPR RI. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera mengusut tuntas dugaan skandal riset palsu yang menyeret sejumlah peneliti Indonesia dalam forum ilmiah internasional di Kopenhagen, Denmark.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hardian Irfani menyatakan keprihatinan mendalam atas mencuatnya kasus tersebut.

Ia menegaskan, jika benar terjadi manipulasi data, pemalsuan identitas akademik, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan riset fiktif, maka hal itu menjadi pelanggaran serius yang dapat merusak reputasi Indonesia di mata dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œAI harusnya jadi alat bantu memperkuat riset, bukan alat untuk memanipulasi karya ilmiah,” tegas Lalu, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga :  Viral Napi Ngopi di Kafe, Supriadi Langsung Dikirim ke Nusakambangan

Lebih lanjut, ia menilai kasus ini sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan tinggi dan ekosistem riset nasional.

Karena itu, ia mendorong pemerintah bergerak cepat melakukan investigasi mendalam serta menjatuhkan sanksi tegas jika pelanggaran terbukti.

β€œJangan sampai ulah segelintir oknum menghancurkan kepercayaan internasional terhadap peneliti Indonesia yang selama ini bekerja jujur dan profesional,” ujarnya.

Lalu meminta pemerintah, kampus, dan lembaga riset memperketat pengawasan serta memperkuat integritas akademik, termasuk penggunaan AI dalam penelitian.

Baca Juga :  Prabowo Siap Bentuk Komite Reformasi Kepolisian untuk Bongkar Struktur Lama

Ia menegaskan Indonesia harus membangun budaya riset yang jujur, transparan, dan berbasis meritokrasi untuk menjaga kredibilitas ilmiah di tingkat global.

Sebelumnya, dunia akademik internasional dihebohkan dugaan pemalsuan riset pada International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, 17–21 Mei 2026.

Kasus ini mencuat setelah peneliti Ida Bagus Mandhara Brasika mengungkap dugaan tersebut melalui media sosial Threads @mandharabrasika.

Ia menyebut adanya indikasi fabrikasi data, manipulasi identitas, hingga rekayasa penelitian yang dipresentasikan di forum ilmiah internasional tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB