Dugaan Gratifikasi Mengguncang Pemda Subang, GPI Minta KPK Turun Tangan

Rabu, 19 November 2025 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi GPI Subang menyerahkan laporan dugaan gratifikasi ke Gedung KPK Jakarta. (Posnews/Ist)

Delegasi GPI Subang menyerahkan laporan dugaan gratifikasi ke Gedung KPK Jakarta. (Posnews/Ist)

SUBANG, POSNEWS.CO.ID — Langit Subang kembali menghitam setelah dugaan gratifikasi menyeruak ke permukaanKaukus Rakyat Subang dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) melaporkan Pemerintah Daerah (Pemda) Subang atas dugaan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Langkah ini dilakukan terkait kemarahan publik yang sebelumnya menahan diri. Terlebih, isu skandal setoran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada kepala daerah terbongkar bak kotak pandora.

Empat delegasi GPI — Diny Khoerudin, Wahyu Gilang Karisman, Zijqi Faiz, dan Suhendamenyampaikan sikap tegas di depan Gedung KPK. Mereka menegaskan, “Subang tidak akan tunduk pada kekuasaan kotor.”

Sementara itu, Pidi selaku perwakilan Kaukus Rakyat Subang menyuarakan protes keras kepada Pemda Subang karena sudah muak dengan setoran dari eks Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rakyat Subang sudah muak. Setoran Rp50 juta dua kali dari eks Kadinkes membuktikan ada yang busuk. Hari ini kami buka suara dan menyerbu pusat penegakan hukum,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga :  Sugiono Resmi Jadi Sekjen Gerindra, Gantikan Ahmad Muzani

Kaukus Rakyat Subang menilai, praktik setoran yang diungkap eks Kadinkes mengindikasikan keberadaan jaringan mafia kekuasaanIni sistem yang memaksa pejabat lurus menjadi bengkok,” ujar Pidi.

Oleh sebab itu, mereka mendesak KPK membongkar jaringan setoran hingga ke akar-akarnya“Kami Membawa Keberanian.

Menurut Pidi, langkah pelaporan ini muncul dari deklarasi tokoh ulama, pemuda, akademisi, dan aktivis yang sepakat pada satu tuntutan: bersihkan Subang sekarang. “Laporan sudah diterima aparat penegak hukum. Tidak ada alasan menutup mata,” tegas Pidi.

Empat Skandal yang Dilaporkan

GPI menyerahkan berkas resmi berisi dugaan:

  1. Jual beli jabatan,
  2. Gratifikasi dan setoran wajib limbah B3,
  3. Pemborosan anggaran pada Subang Fest dan Saba Desa,
  4. Dugaan KKN di Bapenda terkait penerimaan PAD.
Baca Juga :  Alih Fungsi Lahan Ilegal Picu Banjir Bandung, Gubernur Dedi Mulyadi Gandeng KPK

Selain itu, tembusan laporan mereka kirimkan ke Kemendagri, Kejagung, dan Mabes Polri.

Pidi juga mengungkap adanya upaya kriminalisasi terhadap pejabat, warga, dan wartawan yang berani membongkar praktik korupsi“Ada yang berani bicara malah dilaporkan balik. Ini intimidasi,” tegasnya.

Karena itu, GPI meminta aparat melindungi saksi dan pelapor dari tekanan pihak tertentu.

Pidi kemudian menutup pernyataannya dengan nada tajam“Jika ada pejabat takut pada laporan ini, itu karena mereka tahu posisi mereka. Kami datang untuk membersihkan. Subang harus bangkit.”

Laporan Kaukus Rakyat Subang dan GPI kini menjadi tekanan publik terbesar dalam lima tahun terakhir.

Selanjutnya, bola panas berada di tangan KPK, Kejagung, Kemendagri, dan Polriapakah mereka akan bergerak atau membiarkan Subang terus tenggelam dalam pusaran setoran gelap. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:07 WIB

Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB