CORTINA D’AMPEZZO, POSNEWS.CO.ID β Penantian Inggris Raya untuk medali pertama di Olimpiade Musim Dingin 2026 berakhir pada hari ketujuh. Matt Weston menyuguhkan penampilan tanpa cela untuk merebut medali emas skeleton putra pada Jumat malam.
Weston, yang mendapat julukan βCaptain 110%β dari rekan setimnya, mencatatkan sejarah besar. Ia menjadi pria Inggris pertama yang berdiri di podium tertinggi cabang ini. Kemenangan tersebut terasa sangat emosional bagi sang atlet. “Saya sudah memenangkan kejuaraan dunia dan Eropa, tapi gelar ini mengalahkan semuanya,” ujar Weston sambil memegang medalinya dengan tidak percaya.
Dominasi Rekor di Lintasan Cortina
Performa Weston sepanjang dua hari kompetisi benar-benar tak terbendung. Ia berhasil memecahkan rekor lintasan sebanyak empat kali secara beruntun. Bahkan, ia menyelesaikan balapan dengan selisih waktu 0,88 detik di depan atlet Jerman, Axel Jungk.
Oleh karena itu, para juri dan penonton terpukau oleh presisi gerakannya di setiap tikungan. Weston menjelaskan bahwa kunci skeleton adalah penyesuaian berat badan yang sangat kecil. Meski tubuhnya melaju secepat 128 km/jam, pikirannya bekerja dalam gerak lambat untuk menjaga jalur yang tepat. Dengan demikian, setiap manuver yang ia lakukan di atas papan luncur terasa sinkron dan sempurna.
Kebangkitan Skeleton Inggris Raya
Keberhasilan ini mengukuhkan Inggris Raya sebagai kekuatan utama dalam olahraga skeleton. Sejak investasi besar-besaran dimulai pada awal tahun 2000-an, Inggris telah mengumpulkan total empat emas, satu perak, dan lima perunggu.
Pusat pelatihan di Universitas Bath menjadi kawah candradimuka bagi kesuksesan ini. Fasilitas tersebut memungkinkan atlet seperti Weston dan Marcus Wyatt mendapatkan dukungan teknis terbaik. Walaupun skeleton terlihat pasif di televisi, Weston menegaskan bahwa ketenangan di atas papan justru menandakan teknik yang benar. Performa apik ini membuktikan bahwa strategi jangka panjang otoritas olahraga Inggris telah membuahkan hasil yang manis.
Dari Beladiri ke Puncak Olimpiade
Perjalanan atletik Weston sangatlah unik. Sebelum terjun ke dunia skeleton, ia merupakan atlet taekwondo peringkat kedua dunia. Namun, cedera patah tulang punggung saat latihan memaksanya meninggalkan olahraga beladiri tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Weston kemudian menemukan panggilannya melalui program identifikasi bakat nasional. “Pertama kali mencobanya, saya sadar tidak ada rem di papan ini. Rasanya mengerikan tapi saya langsung ketagihan,” kenangnya. Ketangguhan mental dari beladiri dan pengalaman bermain rugby tingkat wilayah membantunya menjadi atlet yang haus akan tantangan.
Peluang Medali Tambahan
Matt Weston akan kembali beraksi pada hari Minggu dalam nomor tim campuran. Ia akan berpasangan dengan atlet putri tercepat Inggris, yang kemungkinan besar adalah Tabby Stoecker. Saat ini, Stoecker berada di posisi kelima dan bertekad untuk bangkit di babak final.
Pada akhirnya, emas dari Weston bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol kebangkitan mental tim Inggris di panggung musim dingin. Publik kini menanti apakah “bug” kemenangan ini akan menular ke cabang olahraga lainnya di sisa kompetisi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















