PM Palestina Desak Tekanan Global untuk Gencatan Senjata Gaza

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menuntut kepastian damai. PM Mohammad Mustafa mendesak komunitas internasional untuk memaksa Israel mengimplementasikan fase kedua gencatan senjata Gaza guna mengakhiri pertumpahan darah dan mencegah aneksasi Tepi Barat. Dok: CGTN.

Menuntut kepastian damai. PM Mohammad Mustafa mendesak komunitas internasional untuk memaksa Israel mengimplementasikan fase kedua gencatan senjata Gaza guna mengakhiri pertumpahan darah dan mencegah aneksasi Tepi Barat. Dok: CGTN.

RAMALLAH, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa mendesak dunia internasional untuk mengambil langkah nyata dalam menghentikan konflik yang berkepanjangan. Ia meminta tekanan kolektif terhadap Israel guna memastikan implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.

Mustafa menyampaikan desakan tersebut saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Finlandia, Elina Valtonen, di Ramallah. Ia menggarisbawahi bahwa rakyat saat ini sangat mempertanyakan efektivitas gencatan senjata tersebut. Pasalnya, ratusan warga Palestina tetap menjadi korban jiwa sejak kesepakatan antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Oktober 2025 lalu.

Tuntutan Fase Kedua dan Bantuan Kemanusiaan

Pemerintah Palestina memprioritaskan peningkatan masuknya bantuan kemanusiaan, perlengkapan pemulihan, hingga tempat penampungan sementara. Berdasarkan rencana yang Washington umumkan pada pertengahan Januari, fase kedua mencakup poin-poin krusial bagi kedaulatan Palestina.

Poin tersebut meliputi penarikan militer Israel secara penuh dari Gaza, pelucutan senjata Hamas, serta upaya memulai kembali rekonstruksi infrastruktur yang hancur. Selain itu, fase ini juga mengatur pembentukan badan pemerintahan transisi di wilayah kantong tersebut. Mustafa menegaskan bahwa implementasi resolusi PBB sangat mendasar untuk menjaga kesatuan wilayah Palestina dan mencapai kemerdekaan negara yang berdaulat.

Peringatan Terhadap Aneksasi Tepi Barat

Selain isu Gaza, Mustafa memberikan peringatan keras mengenai situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ia menuduh Israel terus menjalankan rencana aneksasi dan perluasan pemukiman secara ilegal melalui penyerbuan, pos pemeriksaan, serta serangan oleh para pemukim.

Pemerintah Palestina juga mengecam tindakan Israel yang menahan pendapatan pajak milik otoritas Palestina. Mustafa memandang hal ini sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan kemampuan pemerintah dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap rakyat di Gaza maupun Tepi Barat. Menlu Elina Valtonen menegaskan kembali dukungan Finlandia terhadap solusi dua negara dan pemulihan regional yang stabil.

Baca Juga :  Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis, Kapolri Libatkan Komnas HAM dan Kompolnas

Kecaman PBB Terhadap Pendaftaran Tanah

Ketegangan semakin meruncing setelah Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, meluncurkan kecaman terhadap kebijakan pertanahan Israel. Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menolak keputusan kabinet Israel untuk melanjutkan prosedur pendaftaran tanah di Area C Tepi Barat yang berada di bawah kendali militer Israel.

Langkah Israel tersebut petugas nilai dapat menyebabkan perampasan properti milik warga Palestina secara masif. “Tindakan semacam itu tidak hanya bersifat destabilisasi, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana Mahkamah Internasional (ICJ) ingatkan sebelumnya,” tegas pernyataan resmi PBB pada Senin. Komunitas internasional kini menanti apakah tekanan diplomatik ini mampu menghentikan perluasan kontrol Israel atas tanah di wilayah pendudukan tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Solusi komputasi harian yang ringkas. COLORFUL merilis laptop Rimbook L1 Plus berlayar 16 inci 2.5K dan prosesor AMD Ryzen 7 7735HS. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

COLORFUL Resmi Meluncurkan Rimbook L1 Plus Ryzen 7

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:10 WIB