POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato terakhirnya di Majelis Umum PBB pada Selasa.
Macron mengecam keras klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai keberhasilan perdamaian di Gaza.
Ia memukul mimbar pidato sambil menegaskan pihak berwenang tidak pernah membuka koridor kemanusiaan di Gaza.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Macron menganggap klaim perdamaian tersebut sebagai pertunjukan yang sangat memalukan dunia internasional.
Sebelumnya, Trump mengklaim telah mengakhiri perang Gaza dan menyelamatkan ribuan nyawa manusia.
Sorotan Atas Pelanggaran di Tepi Barat
Macron menyoroti peningkatan aksi kekerasan serta pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat.
Ia mengingatkan bahwa kelompok Hamas tidak pernah beroperasi atau memegang kendali di Tepi Barat.
Prancis terus memperketat sanksi nasional terhadap aksi kekerasan pemukim ilegal di wilayah Palestina.
Pemerintah Prancis juga memulai proses pemblokiran produk-produk dari kawasan pemukiman ilegal Israel.
Macron menilai tindakan agresif Israel justru bakal memperlemah posisi keamanan mereka sendiri.
Pidato Terakhir dan Pembelaan Terhadap PBB
Pidato ini menjadi penampilan terakhir Macron di PBB sebelum mengakhiri masa jabatannya Mei mendatang.
Ia memperingatkan seluruh negara agar menghindari ancaman bahaya hukum rimba di dunia modern.
Macron mengajak para pemimpin dunia untuk terus mendukung peran penting Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia menutup pidato resminya dengan meneriakkan seruan mendukung kejayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.













