WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kematian baru seorang tentara.
Militer AS meluncurkan serangan udara tambahan ke Iran.
Langkah agresif ini membalas pembunuhan pasukan AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Iran juga menembakkan rudal ke arah wilayah Yordania.
Serangan rudal ini mengancam perluasan perang hingga Israel.
AS dan Iran terus mendekati perang skala penuh.
Kesepakatan gencatan senjata sementara bulan lalu kini runtuh.
Arus pelayaran di Selat Hormuz juga berhenti total.
Kedua belah pihak mengincar infrastruktur sipil penting warga.
Kematian Baru Tentara AS dan Gempuran Balasan
Militer AS menyebut seorang tentara tewas di Irak.
Korban gugur saat proses peledakan drone milik Iran.
Sebelumnya, AS menargetkan markas Garda Revolusi militer Iran.
Gempuran ini membalas kematian tentara di Yordania.
Tim penyelamat mencari seorang tentara AS yang hilang.
Petugas menemukan serpihan jasad korban pada hari Minggu.
Ahli medis kini memeriksa sisa jasad tentara tersebut.
Perang ini telah merenggut nyawa 17 tentara AS.
Kontak senjata kini memasuki minggu kedua secara berturut-turut.
AS menargetkan jembatan, pabrik air, dan gardu listrik.
Sebaliknya, Teheran menggempur negara-negara sekutu Amerika Serikat.
Sistem Pertahanan Udara Aktif dan Ancaman Nuklir
Kuwait, Yordania, dan Bahrain mengaktifkan sistem pertahanan udara.
Mereka menghalau drone serta rudal milik militer Iran.
Israel mengkhawatirkan dampak serangan rudal di Yordania.
Serangan tersebut berpotensi memicu kebakaran di wilayah Israel.
Komando Pusat AS menghantam radar pantai militer Iran.
Pasukan AS juga menghancurkan gudang penyimpanan rudal musuh.
Serangan ini melemahkan kendali Iran di Selat Hormuz.
AS ingin menghukum pasukan elite Garda Revolusi Teheran.
Rekaman militer menunjukkan keganasan jet tempur AS.
Kapal perang juga menembakkan rudal jelajah Tomahawk.
Salah satu rudal menghantam pangkalan militer di gunung.
Garda Revolusi sering menyembunyikan persenjataan di pegunungan.
Lembaga nuklir Iran melaporkan serangan terhadap proyek reaktor.
AS membom area pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Citra satelit Planet Labs menunjukkan kerusakan lokasi Darkhovin.
Iran merahasiakan target proyek nuklir tersebut sebelumnya.
Badan Pengawas Nuklir PBB memastikan ketiadaan bahan nuklir.
Lokasi tersebut masih berada dalam tahap pembangunan awal.
Protes Diplomatik Yordania dan Antisipasi Israel
Militer Yordania menembak jatuh beberapa rudal milik Iran.
Negara tersebut mengandalkan sistem pertahanan udara Amerika Serikat.
Serangan rudal tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan.
Kementerian Luar Negeri Yordania memanggil perwakilan diplomatik Iran.
Pemerintah Amman melayangkan protes keras terkait serangan rudal.
Israel mengkhawatirkan serangan rudal di pelabuhan Aqaba.
Otoritas meminta warga bersiap menghadapi sirene peringatan udara.
Militer Israel meluncurkan dua rudal pencegah di Eilat.
Langkah ini mencegah jatuhnya serpihan rudal ke permukiman.
Iran memusatkan serangan kepada negara Arab sekutu AS.
Padahal, Israel memulai perang bersama AS pada 28 Februari.
Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir menegaskan kesiapannya.
Zamir bersiap melanjutkan pertempuran darat dalam waktu dekat.
Kerusakan Fatal Sektor Air dan Blokade Laut
Kebakaran hebat melanda pabrik desalinasi air di Kuwait.
Militer Iran membom fasilitas vital tersebut dua kali.
Kementerian Energi memastikan kestabilan pasokan listrik nasional.
Warga Kuwait menggantungkan 90% kebutuhan air dari pabrik.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk menuduh Iran.
Jasem al-Budaiwi melabeli serangan tersebut sebagai kejahatan perang.
Hukum internasional melarang serangan terhadap fasilitas umum warga.
Namun, militer bisa menyerang jika musuh memanfaatkannya.
Penyerangan wajib meminimalkan jatuhnya korban dari warga sipil.
Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan gardu listrik.
Trump ingin memaksa Iran membuka blokade Selat Hormuz.
Selat strategis ini menyalurkan seperlima pasokan minyak dunia.
AS memberlakukan blokade laut di pelabuhan minyak Iran.
Angkatan Laut AS mengalihkan rute pelayaran lima kapal.
Lembaga maritim memperingatkan bahaya pelayaran di Selat Hormuz.
Jumlah pelayaran harian merosot tajam menjadi 3 kapal.
Kegagalan Total Kesepakatan Damai Sementara
Pemimpin Agung Iran Mojtaba Khamenei memberikan peringatan keras.
Teheran menjanjikan balasan mematikan jika AS terus menyerang.
Utusan diplomatik Iran menghentikan komitmen kesepakatan damai.
Teheran menuduh pihak Amerika Serikat melanggar poin perjanjian.
Masa tenggang negosiasi damai 60 hari telah terlewati.
Kedua belah pihak gagal menyepakati penghentian perang permanen.
Pemerintah Teheran mengonfirmasi kematian 50 warga sipil.
Serangan udara AS juga melukai 517 orang lainnya.
Konflik bersenjata ini mendongkrak harga minyak bumi global.
Lonjakan harga barang mencekik wilayah paling miskin dunia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













