Gubernur DKI Pramono Anung Tegaskan Pemprov Tak Keluarkan Izin Pagar Beton Cilincing

Kamis, 11 September 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI tidak keluarkan izin pembangunan pagar beton di perairan Cilincing. Dok-Kominfo DKI JKT

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI tidak keluarkan izin pembangunan pagar beton di perairan Cilincing. Dok-Kominfo DKI JKT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak pernah mengeluarkan izin pembangunan pagar beton di perairan Cilincing, Jakarta Utara, yang sempat viral di media sosial.

Pramono menjelaskan, kewenangan pemberian izin berada di tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang memberikan izin kepada PT Karya Cipta Nusantara.

“Pemerintah DKI Jakarta tidak mengeluarkan izin atas pembangunan pagar laut tersebut. Kewenangan itu ada pada KKP yang memberikan izin kepada PT Karya Cipta Nusantara,” tegasnya di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga :  Tim Pidsus Kejari Jakut Bekuk Terpidana Korupsi Buron 15 Bulan - Langsung Digiring ke Lapas

Meski izin berasal dari pemerintah pusat, Pramono menekankan bahwa aktivitas nelayan di kawasan tersebut tidak boleh terganggu. “Bagi Pemprov DKI Jakarta, yang paling penting adalah memastikan nelayan tetap bebas beraktivitas di wilayah itu,” ujarnya.

Baca Juga :  BMKG: Hujan Ringan Guyur Jabodetabek 9–10 November 2025, Warga Diminta Siaga

Sebagai langkah tindak lanjut, Pramono telah memerintahkan dinas terkait untuk memanggil pihak perusahaan. Ia juga menegaskan bahwa PT Karya Cipta Nusantara wajib memberikan akses penuh kepada nelayan agar aktivitas mereka tidak terhambat.

“Saya sudah minta dinas terkait segera mengundang perusahaan itu dan memastikan nelayan tetap mendapat akses penuh,” tandasnya. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm
Babinsa Penuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons Resmi Ditahan Kodim Jakpus
Warga Wajib Siaga, Hujan Guyur Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini
Pekerja PJLP UPK Badan Air Tewas Kesetrum Listrik di Cilincing Jakarta Utara
SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya Turun Tangan Bantu Warga Terdampak Banjir Jakarta
Banjir Jakarta 29 Januari 2026: 52 RT dan 17 Jalan Tergenang, BPBD Siaga
Jakarta Dikepung Hujan, PJJ dan WFH Resmi Diperpanjang sampai 1 Februari

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:14 WIB

Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:22 WIB

Babinsa Penuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons Resmi Ditahan Kodim Jakpus

Jumat, 30 Januari 2026 - 05:42 WIB

Warga Wajib Siaga, Hujan Guyur Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:02 WIB

Pekerja PJLP UPK Badan Air Tewas Kesetrum Listrik di Cilincing Jakarta Utara

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB